KTQS # 2376
MENGAMANKAN MUSHAF AL-QUR’AN YANG SUDAH TIDAK TERPAKAI
Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah mengatakan dalam Al-Muntaqamin Fatawa Syaikh Shalih Fauzan, 2/75 :
‘Jika lembaran-lembaran itu sudah usang dan sobek-sobek sehingga tidak memungkin lagi untuk dimanfaatkan atau dibaca serta dikhawatirkan akan menjadi sasaran pelecehan oleh orang, maka tidak apa-apa dibakar atau ditimbun di tanah yang suci.
Ini pernah dilakukan oleh para Sahabat Radhiyallahu anhum di zaman mereka. Mereka menimbun atau mengubur mushaf-mushaf dan juga membakarnya ketika mereka telah telah berhasil mengumpulkannya dalam satu mushaf yaitu Mushaf Utsman. Mereka membakar mushaf-mushaf yang lain.
Jadi mushaf atau lembaran-lembaran mushaf yang sudah tidak mungkin dimanfaatkan lagi karena sudah sobek-sobek, maka boleh dikubur atau ditanam pada tanah yang suci atau dibakar’.
Atau bisa juga lembaran-lembaran itu didaur ulang sehingga tulisan-tulisannya sudah tidak terlihat lagi dan hasil dari daur ulang bisa dimanfaatkan untuk yang lain, tanpa seorang pun bisa membedakan bahwa lembaran mushaf atau lembaran yang lain. Ini juga bisa menyelamatkan lembaran-lembaran itu dari pelecehan.
Tapi yang sangat perlu diperhatikan adalah saat kita menyerahkan lembaran-lembaran mushaf itu kepada orang lain untuk didaur ulang, maka kita harus memastikan bahwa dia benar-benar langsung mendaur ulang, bukan dipilah-pilah lagi untuk dimanfaatkan terlebih dahulu.
Jika kita kurang yakin atau masih ragu akan keselamatan lembaran-lembaran itu, maka paling aman dibakar atau ditanam ditanah yang suci.
Dibakar atau ditanam atau didaur ulang, Ini dilakukan untuk menjaga dan menghindarkan al-Qur’an dari tangan-tangan manusia yang jahil yang sering melecehkannya atau menyelamatkannya dari orang-orang yang tidak memiliki rasa hormat sama sekali terhadap al-Qur’an sehingga terkadang lembaran mushaf dijadikan bungkus makanan atau dijadikan bahan mainan, seperti kejadian beberapa waktu lalu saat ditemukan beberapa trompet yang terbuat dari cover al-Qur’an.
Kesimpulan, mushaf atau lembaran-lembaran mushaf yang sudah tidak layak dibaca, dibakar atau ditanam didalam tanah, bisa juga didaur ulang.
SISIPAN
Kenapa Allah Menamakan diri-Nya Allah?
Didalam Al-Qur’an tertulis :
اِنَّنِيْۤ اَنَا اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنَاۡ فَا عْبُدْنِيْ ۙ وَاَ قِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِ يْ
“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku.”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 14)

