KTQS # 2269
EMPAT KONDISI MENGANGKAT TANGAN DALAM SHALAT
Tidak setiap awal rakaat diharuskan mengangkat tangan dalam bertakbir.
Namun para ulama menetapkan mengangkat tangan dalam takbir disunnahkan dalam empat tempat:
Pada takbiratul ihram dirakaat yang pertama
Ketika hendak ruku’
Ketika mengucapkan Samiallahu liman hamidah setelah ruku’
Ketika berdiri dari rakaat kedua menuju rakaat ketiga
Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Nafi’ maula Ibnu Umar rahimahullah, beliau mengatakan:
“Sesungguhnya Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma biasanya jika hendak memulai shalatnya beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangannya. Jika hendak ruku’ juga mengangkat kedua tangannya. Jika beliau mengucapkan, “Sami’allahu liman hamidah” juga mengangkat kedua tangannya. Jika berdiri dari rakaat kedua juga mengangkat kedua tangannya. Ibnu Umar Radhiyallahu anhu memarfu’kannya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. (HR. Al-Bukhari, no. 739 dan Muslim no. 390)
Syaikh Abdurrahman bin Naashir as-Sa’di rahimahullah berkata:
“Mengangkat kedua tangan sejajar
dengan kedua bahunya atau sejajar dengan cuping telinganya (bagian bawah daun telinga) dalam empat tempat:
Ketika takbiratul ihram dirakaat yang pertama.
Ketika hendak ruku’
Ketika bangun dari ruku’
Ketika berdiri dari tasyahud awal”. (Lihat Syarh Manhajus Salikin wa Taudhihil)
Syaikh Abdurrahman bin Naashir as-Sa’di rahimahullah berkata:
“Mengangkat kedua tangan sejajar
dengan kedua bahunya atau sejajar dengan cuping telinganya (bagian bawah daun telinga) dalam empat tempat:
Ketika takbiratul ihram dirakaat yang pertama.
Ketika hendak ruku’
Ketika bangun dari ruku’
Ketika berdiri dari tasyahud awal”. (Lihat Syarh Manhajus Salikin wa Taudhihil Figh Fid Din 1/87)

