KTQS # 2249
SEBAB DALAM TASYAHUD ADA SHALAWAT DAN DALAM KEPADA NABI IBRAHIM
Ibrahim merupakan nabi yang paling agung setelah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
“Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.” [An-Nisaa/4: 125]
Seluruh para nabi yang datang setelahnya adalah keturunannya dari kedua anaknya ; Ishaq dan Ya’kub, kecuali Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang merupakan keturunan dari Ismail bin Ibrahim.
Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam memiliki kekhususan dengan Ibrahim dibanding yang lainnya. Ibrahim alaihissalam adalah bapak bangsa Arab, dia merupakan bapak Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dari segi nasab.
Nabi Ibrahim adalah yang Nabi shallallahu alaihi wa sallm diperintahkan untuk mengikuti millahnya (ajarannya),
“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” [An-Nahl/16: 123]
Karena itu, Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam, dan kita mengikutinya, adalah orang yang paling utama bagi Nabi Ibrahim alaihissalam.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
“Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad).” [Ali Imran/3: 68]
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya tentang di istimewakannya Nabi Ibrahim alaihissalam dengan dakwah tauhid, padahal seluruh nabi menyerukan tauhid, Beliau menjawab.
“Seluruh nabi membawa tauhid. Allah Ta’ala berfirman,
‘Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku’“. [Al-Anbiya/21’: 25]
Ibrahim adalah bapak bangsa Arab dan bapak bangsa Israel. Dia menyeru kepada tauhid yang murni. Yahudi dan Nashrani mengaku bahwa mereka adalah pengikutnya. Akan tetapi kaum muslim-lah pengikut sebenarnya.
”Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi Dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah Dia Termasuk golongan orang-orang musyrik.” [Ali Imran/3: 67] [Liqo Al-Bab Al-Maftuh, 189, soal no. 7]
Al-Allahmah Badrudin Al-Aini rahimahullah memiliki pandangan lain dalam masalah ini, dia berkata, Jika ada yang bertanya, mengapa Nabi Ibrahim alaihissalam dikhususkan penyebutannya dalam shalat dibanding nabi-nabi yang lain?
Saya katakan, “Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam melihat di malam Isra Mi’raj, seluruh nabi dan rasul memberi salam kepadanya, tidak ada ada seorang pun di antara mereka yang memberi salam kepada umatnya selain Nabi Ibrahim alaihissalam. Maka kita diperintahkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk bershalawat kepadanya di akhir setiap shalat hingga hari kiamat, sebagai balasan atas kebaikannya.
Ada yang mengatakan bahwa Nabi Ibrahim alaihissalam ketika selesai membangun Ka’bah, beliau mendoakan umat Nabi Muhammad alaihissalam. Dia berkata, “Ya Allah, siapa yang menunaikan haji di Baitullah dari umat Muhamad, sampaikan salamku kepadanya. Demikian juga dia memerintahkan keluarga dan anak-anaknya untuk berdoa dengan doa tersebut. Maka kami diperintahkan untuk menyebut mereka dalam shalat sebagai balasan atas kebaikan mereka.” [Syarah Sunan Abi Daud, Al-Aini, 4/260]

