KTQS #2180 CAMKANLAH! KEHIDUPAN INI ADALAH SEMENTARA

KTQS #2180

CAMKANLAH! KEHIDUPAN INI ADALAH SEMENTARA

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu, beliau menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidur di atas tikarnya. Tikar itu pun membekas di lambung beliau yang mulia. Para shahabat mengatakan, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika kami buatkan kasur untukmu?”
Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Apa urusanku dengan dunia?! Tidaklah aku di dunia ini kecuali hanyalah seperti musafir yang bernaung di bawah pohon lalu pergi meninggalkannya.”
HR.At-Tirmidzi

Dari hadits yang mulia ini tercerminlah sebuah pribadi yang mulia, pribadi yang telah dipuji dari atas langit yang ketujuh,

“Dan sungguh engkau berada di atas akhlak yang agung.”
QS.Al-Qalam:4

Inilah salah satu akhlak beliau, zuhud terhadap silaunya gemerlap dunia. Hal ini bukan berarti kita tidak boleh mencari rezeki sama sekali. Namun, beliau mencari rezeki yang halal dan tidak menjadikannya sebagai satu-satunya tujuan. Bahkan, justru harta beliau diarahkan untuk dakwah dan berderma.

Dengan hadits ini tercermin pula bahwa kemuliaan seseorang tidaklah diukur dari banyaknya materi yang dimiliki. Namun, kemuliaan diukur dari apa yang ada di dalam hati yakni ketakwaan.

Tidakkah kita mendengar firman Allah Ta’ala:

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling takwa.”
QS.Al-Hujurat:13

Inilah timbangan kemuliaan yang sejati, bukan harta benda.

seperti: membayar zakat, menunaikan kewajiban nafkah, membantu orang yang kesulitan, dan segala bentuk ibadah harta. Jika tidak dikaruniai, dia pun masih bisa menggapai kemuliaan itu dengan cara yang lain, dengan tenaga, pikiran, dan segala hal yang dia mampu.

Hadits ini juga mengingatkan kita bahwasanya dunia ini hanyalah sesuatu yang sementara. Kita di dunia ini tak lebih dari singgah saja. Tak heran, Rasulullah pernah mewasiatkan dalam sebuah hadits,

“Jadilah engkau di dunia ini layaknya seorang asing atau penyeberang jalan.”
HR.Al-Bukhari dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu

Maka dari itu, hendaknya kita berbekal untuk kehidupan kekal kita, bukan menyia-nyiakan waktu kita di dunia ini. Hendaknya, apa yang kita miliki di dunia ini kita jadikan sebagai sarana untuk mencari kehidupan yang kekal di akhirat kelak.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Dan carilah dari apa yang Allah berikan kepadamu negeri akhirat…”
QS.Al-Qashash:77

Ibnu Umar radhiyallahu anhu juga pernah berwasiat:

“Jika engkau berada pada sore hari, jangan tunggu paginya, jika engkau pada pagi hari, jangan tunggu sorenya. Ambillah dari masa sehatmu untuk masa sakitmu dan masa hidupmu sebelum kematianmu.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *