KTQS # 2123 SAKARATUL MAUT RASULULLAH

KTQS # 2123

SAKARATUL MAUT RASULULLAH

Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhuma, ia bercerita (menjelang ajal menjemput Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam)

“Bahwa di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada satu bejana kecil dari kulit yang berisi air. Beliau memasukkan tangan ke dalamnya dan membasuh muka dengannya seraya berkata: “Laa Ilaaha Illa Allah. Sesungguhnya kematian memiliki sakaratul maut”. Dan beliau menegakkan tangannya dan berkata: “Menuju Rafiqil A’la”. Sampai akhirnya nyawa beliau tercabut dan tangannya melemas“. [HR. Bukhari kitab Riqaq bab sakaratul maut (6510) dan kitab Maghazi bab sakit dan wafatnya Nabi (4446)]

Dari Anas Radhiyallahu anhu, berkata:

“Tatkala kondisi Nabi makin memburuk, Fathimah berkata: “Alangkah berat penderitaanmu ayahku”. Beliau menjawab: “Tidak ada penderitaan atas ayahmu setelah hari ini…”. [HR. Bukhari kitab Maghazi bab sakit dan wafatnya Nabi (4446)]

HITUNGAN TERAKHIRMU?

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya“. [Qaaf/50: 19]

Berkata Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah:

“Bergegaslah dan bergegaslah! Karena hidup itu hanyalah beberapa tarikan nafas saja, yang kalau sekiranya ditahan niscaya akan terputus dari kalian amalan-amalan kalian yang kalian gunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, semoga Allah merahmati seorang hamba yang melihat pada dirinya dan dia menangis sebanyak dosa-dosanya, kemudian beliau membaca sebuah ayat:

“.. karena Kami menghitung dengan hitungan teliti (datangnya hari siksaan) untuk mereka.” [Qs. Maryam: 84]

Kemudian beliau menangis seraya mengatakan: hitungan terakhir adalah keluarnya nyawamu, hitungan terakhir adalah perpisahan dengan keluargamu, hitungan terakhir adalah masuk ke dalam kuburmu”. [Qishrul Amal, karya Ibnu Abi Ad-Dunya 108]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *