KTQS # 2124
Mayoritas Penduduk Neraka Adalah Wanita (Kajian Lengkap)
Perbuatan tidak tahu syukur merupakan satu sebab wanita menjadi mayoritas penghuni neraka.
Karena satu tetes kesalahan, satu lautan kebaikan dihapus, itulah perumpamaan seorang istri kepada suaminya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda setelah selesai shalat kusuf (shalat gerhana),
“Diperlihatkan neraka kepadaku. Ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita yang kufur.
Ada yang bertanya (seorang lelaki) kepada beliau,
“Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?”
Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang waktu, kemudian ia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya), niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
“Panas setahun dihabiskan hujan sehari.” Artinya, kebaikan yang banyak menjadi hilang dan tidak ada nilainya karena satu kesalahan yang diperbuat.
Al-Qadhi Ibnul ‘Arabi rahimahullah berkata,
“Sebab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, ‘Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain (sesama makhluk) niscaya aku perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya.’ (HR Tirmidzi 1.159, Ibnu Hibban 1.291-Al Mawarid dan Al Baihaqi 7/291). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggandengkan hak suami terhadap istri dengan hak Allah subhanahu wa ta’ala (kepada ummatnya).
Jadi, apabila seorang istri mengkufuri/mengingkari hak suaminya, padahal hak suami terhadapnya sedemikian besar, itu menjadi bukti bahwa istri tersebut meremehkan hak Allah subhanahu wa ta’ala.” (Fathul Bari, 1/106)
Beribadah banyak, wajib dan sunnah diamalkan, tapi tidak mensyukuri kebaikan suami maka tempatnya di neraka, dan suami masuk surga.
“Seorang istri yang menyakiti suaminya di dunia, maka istrinya dari bidadari surga berkata, “Janganlah kamu menyakitinya. Semoga Allah membalasmu (masuk neraka). Dia adalah tamumu, yang sebentar lagi akan meninggalkanmu dan mendatangi kami”.” (HR. Tirmidzi no. 1174)
Beribadah sedikit, hanya yang wajib wajib saja, namun taat dan mensyukuri kebaikan suami maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.
“Apabila seorang wanita mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, menjaga kehormatannya dan dia taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki”. (HR Ibnu Hibban no. 1.296)
PESAN RASULULLAH KEPADA PARA WANITA
Dari Al-Hushain bin Mihshan, bahwa bibinya pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk suatu keperluan. Setelah urusannya selesai, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya kepadanya,
“Apakah kamu mempunyai suami?”
Dia menjawab, “Ya.”
Beliau bertanya lagi,
“Bagaimanakah sikapmu terhadapnya?”
Dia menjawab, “Saya sungguh-sungguh melayani suamiku, kecuali terhadap sesuatu yang memang aku tidak sanggup.”
Beliau bersabda,
“Perhatikanlah selalu posisimu terhadap suamimu. Sesungguhnya yang menentukan surga dan nerakamu adalah (sikapmu terhadap) suamimu.” (HR. Ahmad 31: 341)

