KTQS # 1978
JANGAN JADI DAYYUTS
Diyatsah yaitu hilangnya rasa cemburu, tidak ada sedikitpun kebencian ketika melihat kekejian terjadi pada keluarga adalah dosa yang banyak terjadi di hari ini.
Entah itu karena ketidaktahuan ataupun karena menganggap remeh dan menggampangkan. Padahal, ini adalah sebuah dosa besar. Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka, pecandu khamer, anak yang durhaka kepada orang tua, dan Dayyuts, yaitu seorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian”. (HR. Ahmad: 5839)
Dayyuts itulah sebutan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seorang yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap keluarganya, merelakan mereka melakukan kekejian. Ia tidak lagi merasa risih jika istri, saudari atau anak perempuannya melakukan kekejian seperti membiarkan mereka berhubungan dengan laki-laki yang bukan mahram, ikhtilat (bercampur baur) dengan kaum laki-laki, keluar dengan bersolek dan membuka aurat, berkhalwat (berdua-duaan), dst.
Oleh sebab itu, tanamkanlah rasa cemburu dalam hati kita. Jangan biarkan istri, anak perempuan dan saudari kita melakukan maksiat. Seorang ayah atau suami adalah pemimpin dalam keluarganya.
Dia akan dimintai pertanggungjawabannya nanti di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apa yang akan kita jawab nanti dihadapan-Nya jika kita tidak memiliki rasa cemburu lagi terhadap dosa yang terjadi pada keluarga dan orang-orang yang menjadi tanggung jawab kita.

