KTQS # 2498
13 RASUL DIUTUS UNTUK KAUM SABA’ YANG KUFUR NIKMAT DAN DIADZAB DENGAN BENCANA
Kisah kaum Saba’ bisa menjadi contoh, bagaimana Allah Azza wa Jalla mencabut kenikmatan lalu diganti bencana disebabkan kekufuran, kemaksiatan dan berpaling dari agama Allah.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allâh) di tempat kediaman mereka, yaitu: dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan), ‘Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya!’ (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun”.[QS. Saba’/34:15]
Dua kebun itu sangat luas dan terletak di hamparan lembah. Tanahnya subur dan menghasilkan berbagai macam tanaman dan buah. Mereka mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan hidup dengannya.
Namun Apa yang Mereka Lakukan Sebagai Balasan Dari Limpahan Kenikmatan Ini?
Kaum Saba’ selama beberapa lama sempat bertauhid kepada Allah Azza wa Jalla. Mereka tidak bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla dan kembali menyembah matahari dan bintang-bintang.
Mereka kafir kepada Allah Azza wa Jalla , tidak mau beribadah dan tidak bersyukur serta berpaling dari ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla :
“Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar. Dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsl dan sedikit dari pohon sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan adzab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.” [QS. Saba’/34:16-17]
Allah Azza wa Jalla mengutus tiga belas nabi kepada mereka. Para nabi ini menyeru mereka kepada Allah Azza wa Jalla , mengingatkan kenikmatan-Nya pada mereka dan memperingatkan akan hukuman-Nya.
Akan tetapi, mereka mendustakannya seraya mengatakan, “Kami tidak mendapatkan kenikmatan ini dari Allah. Katakan kepada Rabb kalian (wahai para utusan), ‘Cegahlah kenikmatan ini dari kami kalau Dia mampu.’”[Tahdzib Tafsîr al-Baghawi; hlm 976]
Allah Azza wa Jalla murka dan menghancurkan bendungan yang telah mereka buat.
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allâh sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Surat al-Ankabut/20 ayat ke-40)
“Dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsl dan sedikit dari pohon sidr.” [Saba’/34:16]
CATATAN :
1. Kitab-kitab tafsir klasik (seperti Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir al-Jalalayn atau riwayat dari ahli tafsir seperti Ibnu Abbas) hanya menyebutkan secara umum bahwa Allah telah mengutus 13 orang rasul kepada kaum Saba untuk mengingatkan mereka agar tetap bersyukur dan menyembah Allah, namun kitab-kitab tersebut tidak merinci nama-nama mereka.
2. Kerajaan Saba’ adalah kerajaan yang berdiri sejak abad ke-10 SM atau sebelumnya. Kerajaan ini mencapai masa kejayaan di abad ke-8 SM. Pada abad itulah Ratu Bilqis, istri Nabi Sulaiman ‘alaihissalam hidup. Perlu diketahui bahwa Bilqis termasuk keturunan Saba’ dan pernah memimpin kerajaan Saba’. Pada abad itu pulalah dibangun bendungan raksasa yang menghebohkan dunia. Kerajaan ini memiliki wilayah kekuasan yang sangat luas sekali, meliputi: seluruh Jazirah Arab bagian selatan, Laut Merah, Iretria dan Ethiopia Timur di benua Afrika. Kerajaan ini berpusat di Ma’rib, suatu daerah di Yaman yang berjarak 170 km dari Shan’a’, Ibu kota Yaman saat ini. Mengalami kehancuran pada tahun 550 M.

