KTQS # 506 KEYAKINAN YANG MENYIMPANG TENTANG SHAUM ASYURA & DOA AKHIR AWAL TAHUN HIJRIYAH

Kajian Tematis al-Qur’an & as-Sunnah # 506

KEYAKINAN YANG MENYIMPANG TENTANG SHAUM ASYURA & DOA AKHIR AWAL TAHUN HIJRIYAH

> DUSTA yg nyata, hari asyura disebut hari kesedihan atau hari anak yatim.

Keyakinan ini adalah KEYAKINAN YANG TIDAK BENAR DAN MENYIMPANG dari ajaran islam yg lurus, tdk ada satu haditspun yg menyatakan seperti itu.

Ada 2 kelompok yg menyimpang terkait hari asyura:

 KELOMPOK SYIAH

Keyakinan ini berkembang disebabkan saat itu 10 muharam 61 H, meninggalnya Husein bin Ali pd pertempuran dipadang karbala irak. Husein adalah cucu Rasulullah dari Ali bin Abi Thalib, sehingga hari itu dianggap sebagai hari anak yatim.
Mereka kaum syiah melampiaskan KESEDIHAN dgn memukul-mukul dan melukai badan sendiri.

 KELOMPOK KHAWARIJ
Mereka adalah kelompok An-Nashibah yg memberontak pada pemerintahan Ali. Mereka merayakan hari itu dgn BERSUKA-CITA karena telah berhasil membunuh Husein.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan ada 2 org dari masing2 kelompok tsb yg pernah disampaikan Rasulullah,

“Akan ada SEORANG PENDUSTA dan SEORANG PERUSAK dari Bani Tsaqif”. (HR. Muslim)

1. Si Pendusta adalah Al-Mukhtar bin Ubaid dari kelompok Syiah.
2. Si Perusak adalah Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi dari Khawarij.

Jadi jgn terpengaruh dgn sejarah yg datang kemudian, hari Asyura sudah disyariatkan jauh sebelum kematian Husein.

> DUSTA yg nyata, tahun baru hijriyah disebut sebagai penutup amal.
Juga kedustaan DOA AWAL & AKHIR TAHUN HIJRIYAH,
DENGAN MENENTUKAN DOA DAN WAKTUNYA SECARA KHUSUS adalah sama dgn MEMBUAT SYARIAT BARU dan sama sekali tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Saw.

Ibadah itu TIDAK CUKUP hanya “BAIK” tapi harus “BENAR” sesuai contoh Rasulullah saw yg berasal dari hadits shahih.
Rasulullah Bersabda, “Siapa yg beramal bukan diatas petunjuk kami, maka amalan tsb ditolak”. (Muttafaqun alaihi)

Mari kita kembalikan Syariat Islam yg lurus ini dan kita bersihkan ibadah kita dari pemahaman yg keliru dan diluar Sunnah Rasulullah Saw.
Salam !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *