KTQS # 768 SAYYIDINA

KTQS # 768

SAYYIDINA

Banyak masyarakat kita yg menggunakan lafadz “Sayyidina” dalam membaca shalawat baik diluar shalat maupun didalam shalat saat membaca doa Tahiyat, bolehkah ini dilakukan? Sayang sekali ternyata tidak boleh.

Berkenaan dengan lafazh “Sayyidinaa” dalam sholawat, maka dalil larangannya adalah :

1). ‘Abdullah bin asy-Syikhkhir ra berkata, “Ketika aku pergi bersama delegasi bani ‘Amir untuk menemui Rasulullah saw, kami berkata kepada beliau, “Engkau adalah sayyid (penghulu) kami! (sayyidinaa-pen)” Spontan Nabi saw menjawab:

“Sayyid (penghulu) kita adalah Allah Tabaaraka wa ta‘aala!”

Lalu kami berkata, “Dan engkau adalah orang yang paling utama dan paling agung kebaikannya.” Serta merta beliau saw mengatakan:

“Katakanlah sesuai dengan apa yang biasa (wajar) kalian katakan, atau seperti sebagian ucapan kalian dan janganlah sampai kalian terseret oleh syaitan”. (HR. Abu Dawud (no 4806), Ahmad (IV/24, 25), al-Bukhari dalam al-A dabul Mufrad . Dishahihkan oleh para ulama (ahli hadits)”. (Fat-hul Baari V/179))

2). Anas bin Malik ra berkata, “Sebagian orang berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, wahai orang yang terbaik antara kami dan putera orang yang terbaik di antara kami! Wahai sayyid kami (sayyidinaa-pen) dan putera penghulu kami!’ Maka seketika itu juga Nabi saw bersabda:

“Wahai manusia, ucapkanlah dengan yang biasa (wajar) kalian ucapkan! Jangan kalian terbujuk oleh syaitan, aku (tidak lebih) adalah Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak suka kalian mengangkat (menyanjung)ku di atas (melebihi) kedudukan yang telah Allah berikan kepadaku”. [SHAHIH. HR. Ahmad (111/153, 241, 249), an-Nasa-i dalam. ‘Amalul Yaum wal Lailab (no. 249, 250) dan al-Lalika-i dalam Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah (no. 2675). Sanadnya shahih dari Sahabat Anas bin Malik)

Jadi, bacalah doa shalawat diluar shalat maupun didalam shalat tanpa tambahan “Sayyidina”.

Barakallahu fiik !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *