KTQS # 2470 JAUHI LINGKUNGAN TOXIC

KTQS # 2470

JAUHI LINGKUNGAN TOXIC

Umar bin Khattab mengajarkan kita untuk menjauhi segala hal dan orang-orang yang senantiasa menyakiti diri kita. Nasihat ini sangat populer melalui pesan beliau yang berbunyi :

“Jauhilah semua hal dan semua orang yang menyakitimu. Berkawanlah dengan sahabat yang baik meski engkau sulit menjumpainya. Mintalah saran kepada orang yang memiliki rasa takut kepada Allah.” (Syu’abul Iman karya al-Baihaqi 12/47, nomor 8996)

Menjauhi orang dalam konteks ajaran ini memiliki batasan yang jelas agar tetap sesuai dengan prinsip Islam : Tujuan Perlindungan Diri. Menjauhi orang yang zalim, gemar menyebarkan fitnah, suka mengadu domba, atau membawa pengaruh buruk diperbolehkan agar kita terhindar dari bahaya dan kerusakan mental/agama.

Bukan Memutuskan Silaturahmi. Menjauhi di sini lebih kepada membatasi interaksi (menjaga jarak aman), bukan berarti memutus tali persaudaraan secara ekstrem tanpa alasan yang syar’i.

Mencari Lingkungan Baru: Setelah menjauh dari toxic people, Umar bin Khattab menyarankan kita untuk segera mencari sahabat yang baik untuk menjaga kualitas iman dan ketenangan.

Prinsip “jauhilah sesuatu yang menyakiti” adalah landasan moral yang kuat untuk kedamaian batin.

Dalam Islam, menjaga diri dari menyakiti orang lain dan menjauhi lingkungan atau orang yang menyakiti kita adalah wujud perlindungan terhadap kesehatan mental dan keimanan.

Berikut adalah beberapa hikmah dan tuntunan mengenai prinsip tersebut:
* Menghindari Dosa Lisan dan Perbuatan: Menyakiti orang mukmin (baik dengan ucapan maupun perbuatan) tanpa hak adalah dosa yang nyata. Bahkan, menahan diri untuk tidak menyakiti orang lain bernilai sedekah.
* Pentingnya Menjaga Lisan: Menyakiti orang lain, seperti mencela atau meremehkan, sangat dilarang. Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa seseorang yang rajin ibadah sunah tetapi lisannya menyakiti tetangganya, tidak ada kebaikan baginya.
* Memilih Lingkungan yang Baik: Sahabat Umar bin al-Khattab berpesan untuk menjaga jarak dari hal-hal atau orang-orang yang menyakiti kita. Menjauhi lingkungan yang merusak akhlak dibolehkan demi menjaga keselamatan iman.
* Bukan Memutuskan Silaturahim: Menjauhi orang yang terus-menerus menyakiti dan menimbulkan mudarat (bahaya) diperbolehkan demi menjaga hati dari dendam, dan hal ini tidak termasuk memutus silaturahim selama tidak ada niat jahat di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *