KTQS # 1240 WANITA HAID

KTQS # 1240

WANITA HAID

>MEMEGANG MUSHAF AL-QUR’AN

Dalam QS al-Waq’iah 79:
la yamussuhu illa almuthahharun

“Tdk menyentuhnya kecuali hamba-hamba yg disucikan”

BUKAN dalil larangan menyentuh Alquran bagi yg tdk suci. Yg dimaksud dalam ayat tersebut adalah para malaikat yg suci, seperti yg dijelaskan pada QS ‘Abasa 13-16. Imam Malik menjelaskan dalam kitabnya, al-Muwaththa.

>MEMBACA AL-QUR’AN

Dari Aisyah ra berkata, “Rasulullah saw berdzikir kpd Allah pada setiap keadaannya”. (HR.Muslim dan Bukhari)

Dzikir kepada Allah disunnahkan di setiap keadaan. Termasuk dalam makna dzikir adalah membaca Al Qur’an.

>HADITS-HADITS DHOIF

1. Dari Ibnu Umar, Rasulullah saw bersabda: “Wanita haid dan orang yang junub tdk boleh membaca (walaupun satu ayat) Alquran.” (HR. Ibnu Majah)

2. Ali ia berkata, “Dalam keadaan apapun, selain junub, Rasul saw selalu membacakan Alquran kpd kita.” (HR.Tirmizi)

3. Jabir berkata, “Wanita haid dan nifas serta orang junub tdk boleh membaca Alquran”. (HR.Tirmizi)

4. Dari Abdullah bin Abi Bakr, bahwa dalam surat yg ditulis oleh Rasulullah saw kepada Amru bin Hazm: “Janganlah memegang Al Qur’an kecuali orang suci”. (HR Malik, hadits mursal)

Hadis-hadis di atas tdk ada yg shahih (valid) satu pun. Semuanya dla’if (lemah).

Imam al Bukhari sependapat dgn Ibnu Abbas ra mengatakan, “Tidak mengapa bagi yang junub untuk membaca al Qur’an”. (Riwayat al Bukhari secara mu’allaq).

Ini juga pendapat Said bin al Musayyib dan Dawud. (Lihat Shahih al Bukhari dan al Mughni).

>KESIMPULAN

Wanita Haid BOLEH MEMEGANG MUSHAF dan MEMBACA AL-QUR’AN, karena tdk ada dalil yg shahih dan sharih yg melarangnya.

Salam !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *