KTQS # 2496 DOA TIDAK KUNJUNG DIKABUL? (2)

KTQS # 2496

DOA TIDAK KUNJUNG DIKABUL? (2)

Islam menempatkan doa sebagai inti ibadah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Doa adalah ibadah. (HR. Abu Dawud No. 1479, At-Tirmidzi No. 2969)

Hadis ini menunjukkan bahwa nilai utama doa bukan hanya terletak pada terpenuhinya permintaan, tetapi pada ibadah penghambaan yang terkandung di dalamnya.

Allah Lebih Mengetahui Kebutuhan Hamba-Nya

Salah satu kesalahan manusia adalah menganggap dirinya mengetahui apa yang terbaik bagi dirinya.

Allah berfirman:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 216)

Ridha terhadap Pilihan Allah

Ridha berarti menerima keputusan Allah dengan hati yang lapang setelah melakukan usaha dan doa secara maksimal.

Imam Al-Ghazali menjelaskan:
“Ridha merupakan pintu Allah yang paling agung, surga di dunia, dan tempat istirahat para ahli ibadah.” (Al-Ghazali, 2005, Juz IV, hlm. 352)

Perspektif Ulama Ahli Hikmah tentang Doa dan Kehendak Allah

Imam Abu al-Qasim Al-Qusyairi :
“Doa adalah menampakkan kebutuhan dan kefakiran diri kepada Allah Ta’ala.” (Al-Qusyairi, 2002, hlm. 282)

“Apabila engkau meminta sesuatu kepada Allah, janganlah engkau memaksakan pilihanmu. Serahkan pilihan kepada-Nya, karena Dia lebih mengetahui kemaslahatanmu daripada dirimu sendiri.” (Al-Jailani, 1994, hlm. 94)

Pernyataan ini menunjukkan bahwa doa yang sempurna selalu disertai tafwidh (penyerahan urusan) kepada Allah.

Bahaya Putus Asa dalam Berdoa

“Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali kaum yang kafir.” (QS. Yusuf [12]: 87)

Rasulullah bersabda:
“Doa seseorang akan terus dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata: Aku telah berdoa tetapi belum juga dikabulkan.” (HR. Al-Bukhari No. 6340; Muslim No. 2735)

Hadis ini menunjukkan bahwa ketidaksabaran sering menjadi penghalang keberkahan doa.

Doa, Sebagai Pengakuan atas Keterbatasan Diri

Imam Ibn Qayyim al-Jauziyyah :
“Barang siapa mengenal Tuhannya, maka ia akan mengetahui bahwa pilihan Allah baginya lebih baik daripada pilihannya sendiri.” (Ibn al-Qayyim, 1996, Juz II, hlm. 189)

Relevansi dalam Kehidupan Modern

Masyarakat modern terbiasa dengan budaya instan. Teknologi membuat manusia ingin memperoleh hasil secara cepat.

Akibatnya, sebagian orang membawa pola pikir tersebut ke dalam kehidupan spiritualnya.

Mereka menganggap bahwa doa harus segera menghasilkan perubahan sesuai harapan. Ketika hal itu tidak terjadi, mereka mengalami kekecewaan dan krisis keimanan.

Karena itu, seorang mukmin harus memadukan doa, kesabaran, tawakal, dan ridha.

Ia terus memohon kepada Allah dengan penuh keyakinan, sekaligus menerima dengan lapang dada apa pun yang dipilihkan Allah untuk dirinya. Pada titik inilah doa menjadi sarana penyempurnaan tauhid, bukan sekadar sarana pemenuhan keinginan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *