KTQS # 2505
DIMANA LOKASI MAKAM FATIMAH AZ-ZAHRA RADHIYALLAH’ANHA
Hingga hari ini, tak ada satu pun sejarawan atau arkeolog modern yg tahu pasti lokasi makam Sayyidah Fatimah Az-Zahra Radhiyallahu ‘anha di Madinah. Bukan karena hilang, melainkan prosesinya sengaja dirahasiakan.
Fakta sejarah yg tercatat di kitab hadits paling otoritatif, Shahih Bukhari (No.4240), menyebutkan dari Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu ‘anha : “Ketika Fatimah wafat, suaminya Ali Radhiyallahu ‘anhu menguburkannya pada malam hari.” Atas wasiat beliau, tanah kuburannya pun disamarkan agar posisinya tak bertanda secara khusus.
Lantas, apa alasan di balik rahasia mulia ini?
Wasiat Menjaga Privasi & Kesucian
(Iffah) Sayyidah Fatimah adalah teladan utama
Wanita pemalu yg sangat menjaga kehormatannya. Sebelum wafat, beliau berwasiat agar jenazahnya diurus di malam hari yg gelap gulita. Beliau tak ingin lekuk tubuh kerandanya terlihat oleh pria bukan mahram jika digotong di siang hari.
Stabilitas Sosial & Politik
Pemakaman tertutup ini juga ditempuh sebagai jalan terbaik untuk menghindari potensi kegaduhan publik di tengah situasi politik yang sensitif pasca-wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga persatuan umat tetap terjaga dengan damai.
Faktor Arkeologis & Kehendak Ilahi
Perluasan Masjid Nabawi berkali-kali dari era dinasti kerajaan Islam hingga modern telah mengubah lanskap asli Madinah. Hal ini membuat pelacakan sains arkeologi hari ini mustahil dilakukan. Seakan-akan, Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri yg ingin menjaga privasi dan kehormatan beliau hingga akhir masa.
Makam beliau boleh saja menjadi rahasia bumi, tetapi namanya abadi sebagai Pemimpin Wanita Penghuni Surga (HR.Tirmidzi). Ini membuktikan bahwa kemuliaan seorang wanita di hadapan Allah tidak terletak pada seberapa banyak ia terekspos atau terlihat oleh mata manusia, melainkan seberapa mahal ia menjaga harkat dan martabat dirinya sendiri.
Untuk para orang tua, ini adalah pengingat yg sangat berharga. Menjaga anak perempuan bukan berarti memasung potensinya, melainkan menanamkan rasa iffah (kehormatan diri), serta membimbing mereka untuk memahami bahwa diri mereka begitu sangat berharga.
Lalu, di mana makam beliau misal kita bisa berziarah? Para ulama menjelaskan ada 3 pendapat kuat lokasi makam beliau, 1. Di dalam rumahnya sendiri (sekarang menyatu di dekat Raudhah Masjid Nabawi), 2. Di Pemakaman Jannatul Baqi’ (dekat makam pamannya, Abbas), 3. Di sudut makam Aqil bin Abi Thalib.
Namun, para ulama Ahlussunnah menegaskan, saat kita berziarah ke Bagi’ atau Raudhah dan mengirimkan tawasul serta salam untuk beliau itu sudah sah, meskipun koordinat fisik
tanahnya kita tidak tau pastinya.
Namun yang paling mendekati, lokasi Makam Sayyidah Fatimah Az-Zahra Radhiyallahu ‘anha adalah di pemakaman jannatul Baqi, sebelum berdiri kerajaan saudi mudah di ketahui posisi makam seluruh isteri dan anak Rasulullah dan para sahabat.
Referensi: Al-Bukhari (Sahih al-Bukhari No. 4240); At-Tirmidzi (Sunan al-Tirmidzi); Ibnu Hajar al-Asqalani (Fath al-Bari); Al-Samhudi (Wafa al-Wafa bi
Akhbar Dar al-Mustafa mengenai topografi historis Jannatul Baqi’).
