KTQS # 2244 JANGAN TERLEWAT KEUTAMAAN HARI TASYRIK

KTQS # 2244

JANGAN TERLEWAT KEUTAMAAN HARI TASYRIK

Setelah hari raya Idul Adha, terdapat tiga hari yang dinamakan tasyrik. Pada hari tersebut umat Islam diharamkan untuk berpuasa. Umat Islam dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan di hari Tasyrik seperti berdzikir dan berkurban.

Hari tasyrik jatuh pada mulai Hari Raya Idul Adha hingga tiga hari setelahnya atau 11, 12, 13 Dzulhijjah.

“Hari-hari Tasyrik (yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah) adalah hari-hari untuk makan, minum, dan berdzikir kepada Allah Ta’ala”. (HR. Muslim).

Tasyrik dalam bahasa Arab berasal dari kata syarraqa, yang artinya matahari terbit atau menjemur sesuatu. Tasyrik juga bisa diartikan dengan penghadapan ke arah timur (arah sinar matahari). Dalam tradisi masyarakat Arab zaman dulu, pada hari tasyrik, mereka menjemur daging hewan kurban atau membuat dendeng.

Di hari Tasyrik kita juga bisa memperbanyak sedekah dan berbagi. Selain berkurban, kita juga banyak bersedekah dari harta yang dimiliki.

Mengenai keutamaan hari Idul Adha dan hari tasyriq (11, 12 dan 13 Dzulhijah) disebutkan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Abu Daud,

“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari tasyriq).” (HR. Abu Daud no. 1765)

DOA DIHARI TASYRIK

“Do’a yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Allahumma Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” [Wahai Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka].”(HR. Bukhari no. 2389 dan Muslim no. 2690)

BERDOA DIHARI TASYRIK PASTI TERKABUL

Diriwayatkan dari Al Jashshosh, dari Kinanah Al Qurosy, dia mendengar Abu Musa Al Asy’ariy berkata ketika berkhutbah di hari An Nahr (Idul Adha), “Tiga hari setelah hari An Nahr (yaitu hari-hari tasyriq), itulah yang disebut oleh Allah dengan ayyam ma’dudat (hari yang terbilang). Do’a pada hari tersebut tidak akan tertolak (pasti terkabul), maka segeralah berdo’a dengan berharap pada-Nya.”(Lihat Latho-if Al Ma’arif, 505-506)

BERSERIKAT DALAM BERQURBAN

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, “Kami telah menyembelih kurban bersama Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam pada tahun Hudaibiyah seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi juga untuk tujuh orang.” (Hadits Shahih, riwayat Muslim: 2322, Abu Dawud: 2426, al-Tirmidzi: 1422 dan Ibn Majah: 3123)

”Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.”(HR. Tirmidzi no. 905, Ibnu Majah no. 3131)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *