KTQS # 2402 Mayat bisa merasakan dan hidup mendengar suara Kita?

KTQS # 2402
Mayat bisa merasakan dan hidup mendengar suara Kita?

Faktanya, setelah meninggal, jenazah tidak bisa merasakan apapun atau mengetahui apa-apa tentang alam dunia. Karena sejak ruh berpisah, ia telah masuk ke alam barzakh, terpisah sempurna dari alam dunia.

Diantara dalil firman Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati bisa mendengar.” ( An-Naml ayat80).

Allah Ta’ala juga berfirman:
“Sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar.” (Ar-Ruum ayat 52).

Juga firman-Nya:
“Dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.” (Fathir ayat 22)

Pada dasarnya bahwa orang yang telah meninggal dunia baik yang shalih atau yang tidak shalih, mereka tidak mendengar perkataan manusia, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu ; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh Yang maha Mengetahui“. [Fathir/35 : 14]

Adapun mayat yang mendengar suara langkah orang yang mengantarnya (ketika berjalan meninggalkan kuburnya) setelah dia dikubur, maka itu adalah pendengaran khusus yang ditetapkan oleh nash (dalil), dan tidak lebih dari itu tidak lebih dari sekedar mendengar suara terompah mereka, karena hal itu diperkecualikan tidak bisa mendengar suara orang yang masih hidup,

“Sesungguhnya seorang hamba apabila telah meninggal dunia ketika diletakkan di dalam kuburnya dan telah pergi orang-orang yang mengantarkannya, sungguh hamba tadi mendengar suara sandal-sandal mereka”. [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

“Bahwa sesungguhnya mayit itu mendengar suara sandal-sandal orang yang mengantarkanya ke kuburan apabila mereka beranjak pergi meninggalkan kuburan”. [HR. Al-Bazzar dan Ibnu Hibban)

Dan Allah memperdengarkan kepada mayit suara dari salah satu rasulnya untuk suatu hikmah tertentu, seperti Allah memperdengarkan suara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang-orang kafir yang terbunuh di perang Badar,

“Tidaklah kalian lebih mendengar apa yang aku katakan daripada mereka, akan tetapi mereka tidak mampu menjawab“. (HR. Ahmad)

Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarganya, dan sahabat-shabatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *