KTQS # 2361
JIN SUKA MENCURI?
Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada jin pencuri yang mengambil makanan zakat fitri, jadi yang dicuri itu adalah makanan bukan uang (*1). Jin tidak tahu uang yang dia ketahui adalah makanan.
Seperti yang pernah terjadi di Asrama Panti Asuhan Dara, beberapa makanan hilang diambil jin saat malam, diketahui esok paginya. Sedangkan uang bergeletakan tidak ada yang hilang, kalau hilangpun itu pasti manusia yang mengambil.
Ada kisahnya tentang ini jaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Rasulullah menugaskan Abu Hurairah untuk menjaga makanan zakat fitri selama tiga malam.
Ketika Abu Hurairah menjaganya di waktu malam, datanglah seseorang mengambil makanan zakat fitr, kemudian ditangkap oleh Abu Hurairah. Orang ini minta dikasihani, karena ia miskin. Kemudian akhirnya dilepas oleh Abu Hurairah.
Pada pagi harinya Rasulullah menegur Abu Hurairah, ‘Apa yang kamu lakukan dengan tawanan mu tadi malam’.
Abu Hurairah berkata, ‘Ya Rasulullah dia minta dikasihani, maka aku pun melepaskannya, aku merasa iba kepadanya.’ Rasulullah mengatakan, ‘Sesungguhnya ia akan kembali’.
Malam kedua bertemu jin yang sama…
Kemudian Abu Hurairah pun menunggu pada malam yang kedua. Dan ternyata kembali dia datang untuk mencuri. Lalu ditangkap oleh Abu Hurairah radhiallahu anhu, dan kembali orang ini minta dikasihani, maka kemudian Abu Hurairah kembali melepaskannya.
Di pagi harinya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam kembali bertanya kepada Abu Hurairah, ‘Apa yang kamu lakukan dengan tawananmu?’ Kata Abu Hurairah, ‘Aku melepaskannya ya Rasulullah, aku merasa kasihan kepada dia.’ Kata Rasulullah, ‘ia akan kembali datang nanti.’
Pada malam ketiga, Abu Hurairah kembali berjaga, ternyata orang itu datang, dan ditangkap oleh Abu Hurairah. ‘Kali ini aku tidak ingin melepaskannya’. Namun orang ini berkata kepada Abu Hurairah, ‘Wahai Abu Hurairah maukah aku ajarkan kepada kamu sebuah bacaan yang kalau kamu baca sebelum tidur kamu akan terlindung dari setan sampai pagi hari?’ Kata Abu Hurairah, ‘Apa itu?’ kata orang ini, ‘Bacalah Ayat Kursi(*2) Sebelum tidur, niscaya kamu akan terlindung dari setan sampai pagi hari.’
Kemudian di Pagi harinya Abu Hurairah ditanya oleh Rasulullah. Kemudian Abu Hurairah menceritakan bahwa orang ini mengatakan, ‘Wahai Rasulullah dia menganggap atau mengklaim kalau kita membaca ayat kursi sebelum tidur akan terlindung dari setan sampai pagi hari. ‘ Rasulullah berkata, ‘Kali ini dia jujur, walaupun dia tukang dusta.’
Kemudian Rasulullah mengatakan, ‘Wahai Abu Hurairah tahukah kamu siapa yang tiga malam berturut-turut datang?’ Abu Hurairah berkata, ‘Aku tidak tahu, Allah dan rasulnya lebih tahu. ‘ Kata Rasulullah, ‘Itu dia adalah setan.’
Ini menunjukkan memang jin yang suka mencuri itu memang ada dan terjadi itu di zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat yaitu mencuri makanan zakat fitri. Kalau di Indonesia diistilahkan dengan tuyul. Berarti jin yang suka mencuri itu memang ada dan ditunjukkan oleh dalil seperti kisah diatas. Selain itu tidak ada.
Catatan :
(*1) Umat Islam belum memiliki uang di awal perkembangannya ataupun selama masa Nabi Muhammad. Mata uang baru berkembang di era kekhalifahan. Banyak transaksi di era Nabi Muhammad atau awal Islam yang masih menggunakan barter. Kambing adalah salah satu alat barter yang biasa digunakan.
(*2) “Bila engkau akan menuju ke tempat tidurmu maka bacalah Ayat Kursi karena sesungguhnya ia (dapat menjadikanmu) senantiasa mendapatkan penjagaan dari Allah dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari.” (HR. Bukhari)

