KTQS # 2266 Masuk Surga Sambil Tertawa

KTQS # 2266

Masuk Surga Sambil Tertawa

Abu Darda mengatakan, “Seandainya kalian mengetahui apa yang akan kalian lihat setelah kematian, pasti kalian tidak akan berselera untuk makan, minum, dan berteduh di dalam rumah. Kalian akan keluar menuju tempat-tempat yang tinggi dan memukul-mukul dada kalian serta menangisi diri-sendiri. Sungguh, aku lebih senang menjadi sebatang pohon yang dikunyah kemudian ditelan. [Az-Zuhd, Imam Ahmad/ Ash-Shahâbah hlm. 465]

Kisah lain, Seseorang bertanya kepada beliau, “Wahai Abu Darda` Radhiyallahu anhu , kenapa engkau membenci hal (harta) itu?”

Beliau menjawab, “Aku takut (hisab yang dahsyat). Pada hari kiamat Allah Azza wa Jalla akan menghisab hartaku ini dan bertanya kepadaku dua hal :

Pertama : Darimana harta itu diperoleh, dan
Kedua : Kemana harta itu dibelanjakan. Harta yang halal ada hisabnya dan harta yang haram ada siksanya.” [Ash-Shahâbah hlm. 461-463]

Dalam riwayat lain Abu Darda` Radhiyallahu anhu mengatakan, “Aku senang seandainya aku bisa berdagang di jalan dekat pintu masjid, setiap harinya aku bisa memperoleh 300 dinar dan aku bisa mengerjakan shalat lima waktu di masjid. Aku tidaklah mengatakan, ‘Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Akan tetapi aku lebih senang menjadi orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari beribadah kepada Allah Azza wa Jalla .’” [Al-Hilyah 1/20 / Ash-Shahabah hlm. 463]

Abu Darda’, seorang sahabat Nabi mengatakan,

“Orang yang lidahnya basah dengan dzikir mengingat Allah akan masuk surga sambil tertawa.” (Az-Zuhd karya Imam Ahmad 730)

Dzikir mengingat Allah adalah amal yang mengantarkan ke surga, bahkan masuk surga sambil tertawa gembira.

Lidah itu “basah” dengan dzikir manakala kita adalah orang yang rajin berdzikir.

“Tolak ukur rajin berdzikir adalah orang yang selalu membaca bacaan dzikir atau doa yang dituntunkan dari bangun tidur sampai tidur lagi.”

Orang yang rajin berdzikir itu semestinya bibirnya kering karena berdzikir meski demikian bibir semisal ini hakekatnya adalah bibir yang basah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *