KTQS # 2234 [PENTING] BATASAN AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR TERHADAP ORANGTUA

KTQS # 2234

[PENTING] BATASAN AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR TERHADAP ORANGTUA

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ad-Dunya tentang amar ma’ruf dengan sanad yang shahih:

(Dibawakan sanadnya hingga kepada Sallam bin Miskin) berkata: aku bertanya kepada Al-Hasan Al-Bashri, saya katakan: wahai Aba Sa’id, apakah seseorang boleh memerintahkan kedua orangtuanya dengan perkara yang ma’ruf dan melarang keduanya dari kemungkaran?

Beliau menjawab:
“Memerintahkan keduanya jika keduanya menerima, namun jika keduanya tidak suka maka diam dari keduanya”.

JANGAN MEMERINTAH AYAHMU DENGAN PERKARA MA’RUF DAN MELARANGNYA DARI KEMUNGKARAN DI HADAPAN ORANG LAIN DEMI MENGHORMATINYA

Disebutkan dalam Masail Harb Al-Kirmani:

Aku katakan kepada Ishaq (bin Rahawaih) rahimahullah, “apakah boleh seseorang ber-amar ma’ruf nahi mungkar kepada ayahnya? Beliau menjawab:

“Lemah lembut dalam menasehatinya dan jangan engkau lakukan itu di hadapan orang-orang”.

Masail Harb Al-Kirmani (2/955)

HAKIKAT BIRRUL WALIDAIN (BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA)

• Bakti (kebajikan) itu bukanlah yang dituntut oleh kedua orang tuamu.

• Bakti itu adalah engkau mengerjakannya sebelum keduanya menuntutnya darimu.

• Birrul walidain itu bukanlah saling bertukaran antara engkau dan antara saudara-saudaramu.

• Birrul walidain adalah persaingan antara engkau dan antara saudara-saudaramu

Allah berfirman

وَفِى ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ ٱلْمُتَنَٰفِسُونَ.

“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba (saling bersaing).”{Al-Muthaffifin Ayat 26}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *