KTQS # 2232
PERSAHABATAN DIDUNIA YANG TIDAK MENGHASILKAN PERSAHABATAN KEMBALI DI SURGA ADALAH PERSAHABATAN YANG SIA SIA
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat antara sahabat di hari kiamat,
“Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon:
Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.
Dijawab: “Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.
Para mukminin inipun
MENGELUARKAN BANYAK SAUDARANYA yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.
Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, “Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”
Allah berfirman, “Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”
Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka.
Kemudian mereka melapor, “Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…'” (HR. Muslim по. 183)
KEUNTUNGAN BERTEMAN DENGAN ORANG SHALEH
Hasan Al- Bashri berkata,
“Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman.
Karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat.” (Ma’alimut Tanzil 4/268)
PUASA SYAWAL
ANTARA PUASA SYAWAL DAN HUTANG PUASA RAMADHAN
> Bolehkah menggabungkan niat mengqodho puasa Ramadhan dgn puasa syawal?
Jawabannya tidak boleh, karena setiap ibadah memiliki niat masing-masing.
Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ No 6497 mengatakan, “Tidak boleh melakukan puasa sunnah dengan dua niat sekaligus yaitu dengan niat qodho’ puasa dan niat puasa sunnah.”
> Bolehkah mengakhirkan (menunda) qadha puasa ramadhan?
Jawabannya boleh, dan waktunya selama setahun sampai datang ramadhan berikutnya. Seperti Aisyah ra yg membayar hutang puasanya 10 bulan kemudian, “Aku dahulu masih punya utang puasa dan aku tidak mampu melunasinya selain pada bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari no. 1950).
PUASA RAMADHAN + PUASA SYAWAL = 1 TAHUN PUASA
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yg berpuasa di bulan Ramadhan kemudian diikuti dgn puasa enam hari bulan Syawal maka seakan-akan ia berpuasa setahun”. (HR. Muslim no. 1164, Abu Dawud no. 2433, Tirmidzi no. 759, Nasa’I no. 2862, Ibnu Majah no. 1716)
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan…”. (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)
Perhitungannya begini, Amal ibadah dihitung 10x, sehingga 1 bulan puasa Ramadhan = 10 bulan puasa. Lalu 6 hari puasa Syawal = 60 hari puasa = 2 bulan puasa. Total 10 bulan + 2 bulan = 12 bulan = setahun berpuasa !
Bisa dimulai dari 2 Syawal sampai dengan akhir bulan Syawal, hukumnya adalah sunnah dan boleh menjalankannya secara berurutan sekaligus atau selang seling terpisah, yg penting jumlahnya 6 hari selama bulan Syawal.
Ingin pahala puasa setahun? Bersegeralah berpuasa syawal selama 6 hari mulai 2 Syawal.
Salam !

