KTQS # 2228
RINGKASAN HUKUM-HUKUM ZAKAT FITRI
Makna zakat fitri:
Yaitu zakat yang wajib dikeluarkan dikeranakan (kaum muslimin) telah berbuka (selesai) dari puasa bulan ramadhan .
Hukumnya:
Wajib bagi setiap kaum muslimin, yang besar, yang kecil, laki-laki, wanita, orang merdeka dan budak, Dan wajib bagi seorang muslim mengeluarkan zakat fitri untuk dirinya dan juga untuk orang-orang yang dibawah tanggungannya, seperti isteri, anak, ayah, ibu, datuk, namun jika mereka mampu untuk mengeluarkan zakat untuk diri mereka sendiri maka ini lebih utama.
Hikmahnya:
Mensucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan ucapan yang kotor.
Memberikan kecukupan kepada orang miskin, sehingga tidak meminta-minta pada hari ‘id dan memasukkan kebahagiaan kepada hati mereka.
Menampakkan rasa syukur atas nikmat Allah atas seorang hamba kerana keperluan telah menyempurnakan puasa dan qiyam (solat tarawih) dibulan Ramadhan .
Syarat zakat fitri:
Muslim, tidak wajib bagi orang kafir.
Memiliki kelebihan (satu sho’) dari makanannya dan makanan keluarganya serta kebutuhan primer di hari ‘id dan malamnya.
Jenis makanan yang dikeluarkan
Yaitu berupa makanan dari penduduk negeri, seperti gandum, kurma, anggur kering, keju, beras, jagung dan yang semisalnya.
Waktu mengeluarkannya:
Waktu wajib: Yaitu ketika telah terbenamnya matahari pada malam ‘id, kerana pada waktu itulah disebabkannya kewajiban mengeluarkan zakar fitri.
Waktu utama: Yaitu dari terbitnya fajar pada hari ‘id sampai mendekat penunaian sholat id.
Waktu yang dibolehkan:
Yaitu sehari atau dua hari sebelum ‘id.
Tidak boleh mengakhirkannya ketika solat ‘id telah ditegakkan, barangsiapa yang mengakhirkannya maka zakat tersebut menjadi shodaqoh biasa dan dia mendapat dosa.
Ukurannya:
Satu sho’ dari makanan sekitar 3 kilogram.
Yang berhak menerimanya:
Fakir dan miskin saja.
Dan boleh zakat fitri dari sekumpulan orang untuk diberikan kepada satu orang fakir-miskin saja, dan juga boleh memberikan zakat fitri dari satu orang kepada beberapa orang fakir miskin.
Fiqih muyassar, hal 141-143.
ZAKAT FITRI DIKELUARKAN DITEMPAT DIMANA SEORANG BERADA.
Berkata Ibnu Qudaamah Rahimahullah:
“Adapun Zakat Fitri dikeluarkan di tempat dimana seorang diwajibkan mengeluarkan zakat Fitri, baik hartanya di tempat tersebut atau di tempat lain.”
Al-Mughni 4/134

