KTQS #2212
JADILAH ORANG YANG CERDAS, JANGAN JADI ORANG BODOH
Berkata Asy Syeikh Al Allamah Rabi Al Madkhali hafizhahullah :
Orang yang berbuat makar kepadamu tidak akan menyingkap tujuan dan hakikatnya terhadap dirimu, namun dia akan berpakaian islam terhadap dirimu seperti yang dilakukan oleh Ibnu Saba, Al-Mukhtar Bin Abu Ubaid, Abu Muslim Al-Khurasani, Ubaidullah Asy-Syi’i, Ali Bin Fadhl, Mustafa Attaturk dan yang semisal mereka.
Jika mereka ingin merubuhkan islam, mereka berpakaian islam terhadapnya, membunuh islam dengan pedang islam, maka jadilah orang-orang cerdas jangan jadi orang-orang bodoh yang digiring oleh musuh-musuh kepada menghancurkan dan merubuhkan rumah-rumah kalian dengan tangan-tangan kalian sendiri dan merubuhkan akidah-akidah kalian dengan tangan-tangan kalian sendiri. (Marhaban ya thalibal ilmi 381)
TIDAK BERKAWAN DENGAN ORANG DUNGU
Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah:
“Meninggalkan orang yang dungu adalah bentuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla”. [Kitabul Uzlah (48)]
MENGIKUTI HAWA NAFSU ADALAH TANDA KEBODOHAN
Allah Ta’ala berfirman:
“Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.” [QS. Yusuf : 33]
DOA MELIHAT HILAL
DI SETIAP AWAL BULAN
Rasulullah membaca doa berikut ketika melihat hilal.
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
Allahu akbar, Allahumma ahillahu’alaina bil amni wal imaan, wassalaamati wal islam, wattaufiiq limaa tukhibbu wa tardha, rabbunaa wa rabbukallah.
“Allahu akbar, ya Allah munculkanlah hilal itu pada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan islam, dan membawa taufiq kepada apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Rabb kami dan Rabb kamu (wahai bulan), adalah Allah.”
[HR. At-Tirmidzi, 5/470; no. 3451; Ad-Darimi, 1/336; dan lihat Shaihut Tirmidzi, 3/157 dan Ibnu Hibban lihat Shahîh Mawariduzh Zham’an, no. 2014. Lihat, Doa & Wirid, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka Imam asy Syafi’I, Cet. III, Th. 2003, hlm. 213-214]*Bukan doa khusus awal bulan Ramadhan, tapi bisa dibaca hari ini jelang maghrib memasuki tanggal 1 Ramadhan. Pergantian hari dan tanggal didalam islam itu saat maghrib.

