KTQS #2187
BACAAN SALAM AKHIR SHALAT
Kesatu : assalamu’alaikum Warahmatullahi kekanan, assalamu’alaikum Warahmatullahi kekiri
Dalam riwayat dari Ibnu Umar radhiallahu’anhu, ia berkata:
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika salam mengucapkan: assalamu’alaikum warahmatullah ke kanan dan assalamu’alaikum warahmatullah ke kiri” (HR. An Nasai no. 1319, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasai).
Kedua : assalamu’alaikum warahmatullah ke kanan dan as salamu’alaikum ke kiri
Sebagaimana riwayat lain dari Ibnu Umar radhiallahu’anhu, dari Wasi’ bin Hibban ia berkata:
“Aku berkata kepada Ibnu Umar: kabarkan kepadaku bagaimana cara shalat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Maka Ibnu Umar menceritakan tentang takbir, lalu beliau menceritakan tentang salam. Beliau menyebutkan bahwa salam Nabi adalah assalamu’alaikum warahmatullah ke kanan dan assalamu’alaikum ke kiri” (HR. An Nasai no. 1320, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasai).
Ketuga : assalamu’alaikum ke kanan
“….dalam keadaan duduk, kemudian salam dengan satu salam, mengucapkan: assalamu’alaikum. Beliau mengeraskan suaranya hingga membangunkanku.” (HR. An Nasai 3/240, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasai)
Bagaimana dengan ucapan salam seperti ini?
Dari Wail bin Hujr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku pernah shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau salam ke kanan sambil mengucapkan ‘ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA ROHMATULLAH WA BAROKAATUH’ dan ke kiri sambil mengucapkan ‘ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA ROHMATULLAH’.” (HR. Abu Daud)
Adapun ucapan salam dengan tambahan “wa barakatuhu” adalah riwayat yang syadz((*).
Syaikh Abdul Aziz Ath Tharifi mengatakan:
“Adapun tambahan wa barakatuhu maka tidak ada asalnya. Ini ada dalam naskahnya Abu Daud dan nampaknya tambahan ini terselipkan dari naskah yang lain bukan dari riwayat tersebut. Andaipun tambahan ini ada dalam riwayat tersebut (di naskahnya Abu Daud) maka ini tambahan yang syadz” (Sifatu Shalatin Nabi, 147)
(*) Syadz berarti hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang maqbul (diterima) yang menyelisihi yang lain yang lebih utama.

