KTQS #2166
RAHMAT ALLAH BAGI UMAT MUHAMAD
Ketika turunnya ayat:
{ وَرَحۡمَتِی وَسِعَتۡ كُلَّ شَیۡءࣲۚ } [سُورَةُ الأَعۡرَافِ: ١٥٦]
“… dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu”. [Qs. Al-A’raf: 156]
Berkata iblis, “saya termasuk dari sesuatu”.
Maka Allah cabut rahmat-Nya dari iblis, dan berfirman:
{ فَسَأَكۡتُبُهَا لِلَّذِینَ یَتَّقُونَ وَیُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلَّذِینَ هُم بِـَٔایَـٰتِنَا یُؤۡمِنُونَ } [سُورَةُ الأَعۡرَافِ: ١٥٦]
“… Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” [Qs. Al-A’raf: 156]
Maka kaum Yahudi dan Nasrani berkata, “kami pun bertakwa, kami menunaikan zakat, dan kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami”.
Maka Allah mencabutnya dari kaum Yahudi dan Nasrani, seraya berfirman:
{ ٱلَّذِینَ یَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِیَّ ٱلۡأُمِّیَّ } [سُورَةُ الأَعۡرَافِ: ١٥٧]
“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis)…”[Qs. Al-A’raf: 157]
Maka Allah mencabut rahmat-Nya dari iblis, dan dari kaum Yahudi dan Nasrani, dan menjadikannya bagi umat Muhammad. (Tafsir Imam At-Thabari 13 h 158-159)

