KTQS # 1779 MUSAFIR SHALAT BERJAMAH DENGAN IMAM MUQIM

KTQS # 1779

MUSAFIR SHALAT BERJAMAH DENGAN IMAM MUQIM

Musafir (Orang yang sedang dalam perjalanan) jika shalat fardhu bermakmum kepada imam yang muqim (Imam setempat) wajib mengikuti sampai Tam (penuh) sesuai imam tersebut.

Ibnu ‘Abbas, ia pernah ditanya, “Bagaimana halnya dengan orang yang sedang safar, shalat dua rakaat apabila sendirian (Tidak berjamaah dengan pribumi/muqim), dan empat rakaat apabila berjamaah dengan orang pribumi/muqim?”. Ia menjawab : “Itu adalah sunnah Nabi”. (HR. Ahmad, Nail Al-Author 3/199)

Dari Musa bin Salamah, ia berkata : “Kami bersama Ibnul Abbas di Mekah, maka aku berkata, “Bila kami bermakmum kepada kalian (Penduduk Mekah) kami shalat empat rakaat, dan bila kami kembali ke tempat persinggahan kami, kami shalat qashar dua rakaat. Ibnu Abbas berkata, “Itu adalah sunnah Abul Qashim Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Rasulullah)”. (HR. Ahmad, Musnad Ahmad 3/357)

Maksud hadits diatas adalah, lakukanlah shalat secara penuh jika berimam kepada orang setempat dan melakukan shalat jama’ qahar jika shalat sendiri.

Musafir tidak bisa hanya mengikuti sebagian rakaat saat menjadi makmum dengan imam muqim, tapi harus mengikutinya sampai selesai.

Juga ketika saat masbuq shalat berjamaah tersisa satu atau dua rakaat lagi, maka musafir tetap harus melanjutkan dan melengkapi shalatnya sampai empat rakaat penuh.

Dengan demikian, bila ada musafir yang masbuq lalu bermakmum kepada imam muqim, maka ia harus menyempurnakan shalatnya, karena ia bermakmum kepada imam yang shalatnya Tam.

Barakallahu fiikum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *