KTQS # 1730 LAFADZ ADZAN SAAT WABAH PENYAKIT

KTQS # 1730

LAFADZ ADZAN SAAT WABAH PENYAKIT

Dari Abdullah ibn Harits, dari Abdullah ibn Abbas radliyallahu ‘anhum, beliau bercerita, bahwa sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan kepada Muadzinnya di musim penghujan :

“Ketika kamu selesai menyeru: Asyhadu an La ilaha illa allah, Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, maka jangan menyeru: “Hayya ‘ala al-shalah.” Tapi serukanlah: “Shallu fi buyutikum” (Shalatlah kalian di rumah-rumah kalian!)” Demi mendengar keterangan dari Ibnu Abbas itu, Ibnu Haris berkata: “Hari itu, seolah-olah para sahabat mengingkari semua penjelasan Ibnu Abbas.” Sampai, Ibnu Abbas balik bertanya: “Apakah kalian heran dengan keterangan ini!? Pribadi yang jauh lebih baik dari aku, benar-benar telah melakukan itu semua. Sesungguhnya shalat jum’atan itu adalah ‘Azmah (perintah yang tak bisa ditolak). Tapi aku tidak menghendaki kalian keluar dari rumah kalian, lalu berjalan di atas lumpur dengan kesulitan/kepayahan”. (HR. Bukhari dengan Nomor Hadits 668, dan Imam Muslim, dengan Nomor Hadits 699)

Jelas, bahwa islam sangat tidak menyulitkan hamba-Nya, shalat berjamaah saja karena hujan sangat lebat bisa dilakukan dirumah tanpa harus menunaikan ke masjid, apatah lagi wabah virus seperti saat ini.

Dikajian yang lalu telah disebutkan hadits dari ‘Aisyah diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim bahwa, saat wabah penyakit melanda suatu negeri dan bersabar untuk tetap tinggal berdiam diri dirumah maka akan mendapatkan pahala mati syahid. Masya Allah.

Kini saatnya semua masjid mengumandangkan Adzan dengan Lafadz :

_*Mengubah kalimat adzan ‘hayya ala as-shalah’ (mari menunaikan shalat) menjadi ‘as-shalatu fii buyutikum’ (shalatlah di rumah-rumah kalian).*_

Ini sesuai hadits shahih dari Hadis Riwayat Bukhari dengan Nomor Hadits 668, dan Imam Muslim, dengan Nomor Hadits 699.

Dengan demikian, wajib hukumnya untuk tetap mengumandangkan azan setiap waktu shalat di seluruh masjid pada kondisi di mana shalat Jumat dan shalat jamaah di masjid ditiadakan untuk sementara waktu. Diperbolehkan pula bagi muadzin untuk mengumandangkan “shollu fii buyutikum” (shalatlah di rumah-rumah kalian) dengan lafadz diatas.

Untuk setiap keluarga agar berdiam diri di rumah dan melaksanakan shalat berjamaah bersama di mana telah gugur kewajiban melaksanakan shalat Jumat dan jamaah di masjid sampai ada pengumuman selesainya kondisi darurat.

Wajib hukumnya bagi setiap warga melaksanakan imbauan dan petunjuk dari lembaga kesehatan yang berwenang dalam rangka menghentikan penyebaran virus dan mengambil informasi dari lembaga resmi serta menjauhi segala berita yang tidak benar yang dapat menyebabkan kekacauan di tengah-tengah masyarakat.

Mengajak kepada seluruh umat Muslim di belahan dunia agar tetap menjaga shalat, seraya terus berdoa dan memberikan bantuan dan dukungan bagi para penderita sakit serta memperbanyak kebaikan agar Allah Ta’ala mengangkat musibah virus ini di semua tempat, dan menjaga negara kita dari bahaya semua penyakit karena Allahlah sebaik-baik pelindung.

Barakallahu fiikum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *