KTQS # 1228 HADITS DHAIF SEPUTAR RAMADHAN

KTQS # 1228

HADITS DHAIF SEPUTAR RAMADHAN

1. TIDUR ITU IBADAH

“Orang yang berpuasa adalah (tetap) di dalam ibadah meskipun dia terbaring (tidur) diatas tempat tidurnya”

Hadits ini DHA’IF (lemah).

Hadits tsb disebutkan oleh Imam as-Suyuthiy di dalam kitabnya “al-Jami’ ash-Shaghir”, riwayat ad-Dailamy di dalam Musnad al-Firdaus dari Anas.

Imam al-Manawy, “Di dalamnya terdapat periwayat bernama Muhammad bin Ahmad bin Sahl, Imam adz- Dzahaby berkata di dalam kitabnya adh-Dhu’afa, ‘Ibnu ‘Ady berkata, ‘(dia) termasuk orang yg suka memalsukan hadits.”

2. 10 HARI AWAL RAMADHAN ITU RAHMAT, 10 HARI PERTENGAHAN ITU AMPUNAN, 10 HARI AKHIR ITU BEBAS DARI NERAKA 

“…dialah bulan yg awalnya itu RAHMAT, pertengahannya itu maghfirah/AMPUNAN, dan akhirnya itu ‘itqun minan naar/BEBAS DARI NERAKA…”

Ibnu Sa’ad : “hadits tsb  ada kelemahan dan jgn berhujjah dgnnya”, Imam Ahmad bin Hanbal : “Tidak kuat”. Ibnu Ma’I : “Dha’if.” Ibnu Abi Khaitsamah : “Lemah di segala segi”, (Tahdzibut Tahdzib 7/322-323).

Jadi setiap hari di bulan Ramadhan itu terdapat banyak sekali kebaikan-kebaikan didalamnya, tidak dipisah-pisah per-sepuluh hari seperti itu.

3.DOA HARIAN 1-30 RAMADHAN

Apalagi dipisah-pisah setiap harinya, Ramadhan Hari Kesatu dapat ini, hari kedua dapat itu, dst, doa Ramadhan malam pertama, malam kedua dst.

Itu semua tidak benar. Itu semua bukan berasal dari hadits Rasulullah Saw.

Berhati-hatilah dgn hadits atau menyerupai hadits yg beredar disekitar kita.

“Ramadhan Berkah Hanya Jika Bersama Sunnah Rasulullah Saw”

Salam !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *