KTQS # 2469 Sirah : Muhammad Al-Fatih

KTQS # 2469

Sirah : Muhammad Al-Fatih

Nabi Muhammad Membuat “Janji
Mustahil” yang Menyandera Kredibilitas Islam Selama 800 Tahun.

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR. Ahmad)

Nabi Muhammad mengucapkan hadis ini ketika umat Islam masih menggali parit kelaparan di Madinah.

Sementara saat itu, Konstantinopel adalah kota paling tak tertembus di muka bumi. Punya tembok raksasa tiga lapis dan rantai laut raksasa.

Jika Islam hanyalah agama karangan manusia, ini adalah blunder (kesalahan fatal) yang luar biasa bodoh.

Mengapa? Karena Nabi mempertaruhkan nama baiknya pada sebuah misi militer paling mustahil di dunia.

Bayangkan Anda adalah pembenci Islam di masa lalu. Anda punya waktu 800 tahun untuk menertawakan hadis ini.

Selama 8 abad, puluhan khalifah mencoba menyerang Konstantinopel.

Sahabat sehebat Abu Ayyub Al-Ansari pun gugur di depan temboknya. Kekhalifahan Umayyah gagal. Abbasiyah gagal. Semuanya gagal total.

Bahkan, seandainya Konstantinopel akhirnya hancur karena gempa bumi, atau
ditaklukkan oleh bangsa Mongol,
atau diserahkan secara damai
kepada Kerajaan Katolik Eropa Barat, maka riwayat kebenaran
Islam bisa runtuh hari itu juga.

Karena janjinya spesifik : Ditaklukkan oleh pasukan Islam terbaik.

Tapi apa yang terjadi?
Tahun 1453, seorang pemuda berusia 21 tahun bernama Muhammad Al-Fatih datang.

Ketika rantai raksasa menghalangi laut, ia tidak menyerah dan pulang. la melakukan hal paling gila dalam sejarah militer : Memindahkan 70 kapal perang lewat jalur darat menaiki bukit dalam satu malam.

Besok paginya, Konstantinopel panik luar biasa. Kota yang tak tertembus selama 11 abad (1100 tahun) itu akhirnya runtuh.

Jika Al-Qur’an dan Hadis hanyalah karangan manusia yang haus kekuasaan, tidak akan ada pengarang yang berani membuat prediksi militer super spesifik yang menanti 800 tahun untuk dibuktikan.

Nabi Muhammad tidak pernah melihat tembok Konstantinopel seumur hidupnya, tapi beliau tahu persis kota itu akan bertekuk lutut,
karena janji itu datang dari Dzat yang merancang takdir dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *