KTQS # 2467 KAYA & MISKIN?

Coba tebak, apa lawan kata dari ‘kaya’? Hampir semua orang pasti otomatis menjawab ‘miskin.

Tapi anehnya, di dalam Al-Qur’an, Allah punya jawaban yang sama sekali berbeda dari tebakan kita.

Ternyata, Allah tidak pernah merancang ‘kemiskinan’ sebagai takdir lawan dari ‘kekayaan’!.

Terus apa dong?

Coba mari kita bedah sama-sama.
Di Surah An-Najm ayat 43 sampai 45, Allah memakai pola lawan kata yang sangat jelas.

Ayat 43: “Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.” Ayat 44: “Dialah yang mematikan dan menghidupkan.”

Ayat 45: “Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.”

Secara logika bahasa manusia, saat masuk ke ayat 48 yang membahas soal rezeki, otak kita pasti otomatis menebak: “Oh, ini pasti lanjutannya tentang Dia yang menjadikan kaya dan miskin.”

Tapi perhatikan kejutannya! Di ayat 48, Allah ternyata mematahkan pola itu. Allah berfirman: “Wa annahy huwa aghna wa aqna” yang artinya: “Dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan KECUKUPAN.”

Loh, kok kecukupan? Kenapa bukan kemiskinan? Para ulama tafsir membongkar rahasia bahasa yang sangat indah dari ayat ini.

Pertama, Allah ingin menegaskan kalau ketetapan dasar pembagian rezeki dari langit itu cuma ada dua: Diberi lebih (kaya) atau diberi pas (cukup). Allah sama sekali tidak pernah menciptakan apalagi menakdirkan hamba-Nya untuk melarat atau kelaparan!

Terus kemiskinan yang menyiksa itu datangnya dari mana? Sering kali, itu adalah ulah manusia sendiri. Entah karena sistem sosial yang tidak adil, ada hak orang miskin yang diambil paksa oleh sikaya, gaya hidup yang mengedepankan gengsi, atau murni karena rasa serakah manusia.

Kedua, kata “Aqna” di ayat itu punya makna mendalam tentang rasa rida (Qana’ah). Allah mau menyadarkan logika kita, bahwa kebalikan dari kekayaan sejati itu bukanlah kemiskinan harta, melainkan penyakit hati yang “tidak pernah merasa cukup”. Orang bisa saja gajinya puluhan juta, tapi kalau tidak dikaruniai sifat Aqna, dia akan merasa kurang terus!

Buat kamu yang sedang kesulitan mengatur keuangan atau merasa rezekinya sedang seret, tarik napas pelan-pelan. Allah tidak pernah
merancang hidupmu untuk
sengsara.

Janji Allah itu pasti: hari ini kamu pasti dicukupkan. Sering kali yang membuat sesak di dada itu bukan karena uangnya tidak ada, tapi harapan gaya hidup kita yang terlalu tinggi. Yuk, rasakan ketenangan dengan belajar berterima kasih atas hal-hal yang “cukup” hari ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *