KTQS #2210
HUKUM PUASA BAGI YANG MENINGGALKAN SAHUR
Samahah As-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah:
Tidak mengapa, puasanya sah, sekalipun tidak makan sahur, akan tetapi dia meninggalkan sunnah. Yang sunnah adalah makan sahur; berdasarkan sabda nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Makan sahurlah karena di dalam sahur ada keberkahan”
di puasa wajib maupun sunnah, yang sunnah adalah makan sahur, dahulu Nabi biasa makan sahur maka yang sunnah adalah makan sahur dengan apa yang memungkinkan baik dengan kurma, atau makanan apapun, atau buah, makan sahur dengan apa yang mudah, inilah yang sunnah yang akan membantu dia dengan sahurnya itu puasanya, dan jika dia berpuasa dan tidak makan sahur; maka tidak mengapa dan puasanya sah, karena nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sekelompok sahabatnya pernah menyambung puasa selama dua hari tanpa sahur.
KEUTAMAAN MAKAN SAHUR
Maka tidak diragukan lagi bahwa sahur adalah sunnah dan ibadah; karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan itu, beliau bersabda: “sahurlah kalian; karena sesungguhnya sahur itu berkah”, dan beliau juga Beliau bersabda: ” Pembeda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur”.
Dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering makan sahur, maka yang sunnah adalah makan sahur, akan tetapi tidak wajib, siapa yang tidak makan sahur maka tidak ada dosa baginya, akan tetapi dia meninggalkan sunnah, sehingga semestinya dia makan sahur sekalipun sedikit, tidak harus banyak, makan sahur dengan yang mudah sekalipun beberapa kurma atau apa yang dia bisa dari berbagai macam makanan di akhir malam, dan jika tidak memungkinkan baginya atau dia tidak berhasrat makan maka dengan minum sedikit susu atau minimalnya air tawar, meneguk air yang dia bisa, dan jangan meninggalkan sahur, maka makan sahur di dalamnya ada keberkahan, di dalamnya ada kebaikan yang banyak, di dalamnya membantu orang yang berpuasa dalam aktivitasnya di siang hari.
Sehingga seharusnya bagi yang berpuasa untuk tidak meninggalkan makan sahur sekalipun sedikit, berdasarkan sabda nabi : “makan sahurlah, karena sesungguhnya sahur itu berkah”, demikian yang dikatakan nabi, dan keberkahan ini tidak semestinya untuk disia-siakan, akan tetapi seharusnya bagi setiap mukmin untuk bersemangat terhadapnya sekalipun dengan sesuatu yang sedikit dari makanan atau kurma atau susu; yang akan membantu dengan itu aktivitas di siang hari dari aktivitas duniawi maupun keagamaan.
DUA PERILAKU MUKMIN
Berkata Mathar Al-Warraq rahimahullah:
“Ada 2 perilaku yang apabila keduanya ada pada seorang hamba maka amalan lainnya akan mengikuti kedua perilaku tersebut yaitu: bagus shalatnya, dan jujur ucapannya”.
Syu’abul Iman (no. 4556)

