KTQS #2154 SIFAT TERPENTING DARI ISTRI SHALEHAH

KTQS #2154

SIFAT TERPENTING DARI ISTRI SHALEHAH

“Perempuan itu dinikahi karena empat hal yaitu (1) karena hartanya, (2) keturunannya, (3) kecantikannya dan (4) agamanya. Maka pilihlah yang baik agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasai, dan Ibnu Majah)

Berkata As-Syaikh Abdussalam As-Suhaimi hafizhahullah:

Diantara karakteristik terpenting dari istri shalehah yaitu dia menjalankan perintah Allah, menjaga shalat pada waktunya, jauh dari bersolek ketika dia keluar ke pasar, dikenal dengan bagus kepribadiannya dan tingkah lakunya, inilah istri shalehah, sehingga wanita yang ingin dinikahi maka cari tahu tentang dirinya; berdasarkan sabdanya:

“… maka pilihlah yang memiliki agama niscaya selamat kedua tanganmu”.

Berkata Al-Allamah Ibnu Baaz rahimahullah:

“Maka hendaknya keinginanmu satu-satunya adalah kesalehan agamanya, dan apabila ternyata bersamaan dengan itu dia adalah wanita yang cantik, berharta, dan keturunan yang bagus; maka ini adalah kebaikan yang berlipat ganda, baik, akan tetapi jangan jadikan tekadmu adalah kecantikan, atau berharta, atau dari keturunan yang bagus, jangan. Akan tetapi tekad terbesar, dan tujuan terbesar adalah kesalehan agamanya, kelurusan akhlak, anda tanya tentang dia kepada orang-orang yang mengerti tentang dia, sehingga apabila dia adalah wanita yang beragama, jauh dari bersolek, dan dari sebab-sebab fitnah, menjaga shalat pada waktunya; maka mendekat kepadanya, namun apabila dia sebaliknya; maka tinggalkan dia, yang terpenting bahwa perhatian terbesar terletak pada agamanya.” Fatawa As-Syaikh.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr secara marfu’, ia mengatakan :

“Jangan menikahi wanita karena kecantikannya, karena bisa jadi kecantikannya itu akan memburukkannya; dan jangan menikahi wanita karena hartanya, bisa jadi hartanya membuatnya melampui batas. Tetapi, nikahilah wanita atas perkara agamanya. Sungguh hamba sahaya wanita yang sebagian hidungnya terpotong lagi berkulit hitam tapi taat beragama adalah lebih baik.”

Syaikh al-‘Azhim Abad berkata:

“Makna ‘fazhfar bidzaatid diin (ambillah yang mempunyai agama)’ bahwa yang pantas bagi orang yang mempunyai agama dan adab yang baik ialah agar agama menjadi pertimbangannya dalam segala sesuatu, terutama berkenaan dengan pendamping hidup. Oleh karenanya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan supaya mencari wanita beragama yang merupakan puncak pencarian. Taribat yadaaka, yakni menempel dengan tanah.”

“Nasehat untuk anak kita semua…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *