KTQS # 2444 MAKAN MINUM SAMPAI ADZAN SELESAI BERKUMANDANG

KTQS # 2444

MAKAN MINUM SAMPAI ADZAN SELESAI BERKUMANDANG

“Makan dan minumlah sampai Ibnu Umi maktum mengumandangkan azan, karena dia tidak berazan kecuali sampai terbit fajar.” (HR.
Bukhari, no. 1919)

Sehinga patokan utama dalam menahan makan dan minum adalah masuknya waktu shalat subuh/fajar, yang biasanya ditandai dengan adzan subuh., sebagaimana dilakukan oleh Ibnu Ummi maktum ketika melakukan adzan ketika tiba waktu fajar.

Dan juga apa yang dilakukan oleh Rasullah shallallahu alaihi wasallam ketika bersahur, sebagaimana dari Anas, dari Zaid bin Tsabit, ia berkatakan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.

Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam

Makan dan minumlah sampai Ibn Umi maktum adzan.
“Kami pernäh makan sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian kami pun berdiri untuk menunaikan shalat.

Kemudian Anas bertanya pada Zaid, “Berapa lama jarak antara adzan Shubuh dan sahur kalian?” Zaid menjawab, “Sekitar membaca 50 ayat”. (HR. Bukhari no. 575 dan Muslim no. 1097).

Berkata Imam An-Nawawy dalam Syarah Shohih Muslim (7/169) : “Hadits ini menunjukkan sunnahnya mengakhirkan sahur”.

Dengan sunnah mengakhirkan sahur, tidak menunjukkan bahwa makan sahur harus selalu tepat terselesaikan pada saat adzan, seseorang bisa mengakhirkannya sebelum adzan berkumandang, selama masuk dalam pengertian mengakhirkan sahür maka insyaallah seseorang yang menghentikan sahurnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *