KTQS # 2400 KEMESRAAN YANG TERLARANG

KTQS # 2400

KEMESRAAN YANG TERLARANG

Bermesraan setelah menikah memang sesuatu yang dihalalkan. Tapi kita perlu ingat, tidak semua yang halal boleh ditampakkan dan dipamerkan di depan banyak orang.

Apalagi sampai (maaf) adegan “pelukaan dan ciuman” yang hakikatnya rahasia yang wajib disimpan dalam memori keduanya, menjadi tontonan di medsos dan komsumsi vulgar semua kalangan dan semua umur.

Dan ini termasuk dalam sabda Nabi yang dinukil oleh Abu Said Alkhudri,

“Sesungguhnya sejelek-jelek kedudukan manusia di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang laki yang bermesraan (bercumbu) dengan pasangannya (istri) dan wanita itupun melakukan hal yang sama dengannya, kemudian sang pria menyebarkan adegan yang bersifat rahasia tersebut”. (HR. Muslim)

Berkata Imam Nawawi:
“Hadis tersebut adalah penjelasan tentang haramnya menyebarkan apa yang terjadi antara seorang laki-laki dengan istrinya berupa adengan mesra dan cumbu rayu dengan vulgar dan rinci, ataupun ungkapan dan perlakuan mesra sang wanita maupun yang sejenisnya”. (HR. Muslim)

“Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang. Dan rasa malu salah satu cabang dari iman”.(HR. Ahmad 9361, Muslim 161)

MENGOBRAL KEMESRAAN DI MEDSOS
Akan mendatangkan petaka bagi orang banyak, karena dunia medsos adalah dunia tanpa batas umur. Alangkah malangnya para pemuda-pemudi yang belum mampu menikah melihat adegan mesra tersebut, generasi muda mencontohkan hubungan vulgar tersebut dan mengeksposenya dengan bangga di jejaring sosial, berefek terjadinya kemaksiatan masal.

PAMER KEMESRAAN
Akan menghilangkan sifat iffah (rasa malu), yang diperintahkan dalam agama untuk dijaga dan dipelihara.

Ketika sifat malu ini tercabut, maka lepaslah kemanusiaan manusia dan berganti dengan “kebinatangan” sebagaimana yang telah menjadi pada kaum kuffar.

MENGEKSPOSE KEMESRAAN
Akan timbul ghibah bagi yang melihat adegan tersebut dengan komentar-komentar mereka yang negatif jika ternyata pasangan itu buruk rupa, berpenampilan aneh, dst.

MENJAJA KEMESRAAN DI
MEDSOS
Akan Memicu kecemburuan pihak lain yang belum seberuntung orang yang dia lihat, efek jeleknya bisa mendatangkan hasad, dengki dan terkadang kedengkian tersebut tersalurkan melalui wabah “ain” sihir, santet dan semacamnya.

MEMAJANG KEMESRAAN DI MEDSOS
Hakikatnya sifat kekanak-kanakan yang dilakukan orang dewasa demi menuai pujian dan sanjungan.

Semoga Allah melindungi kita dan Allah memperbaiki kondisi kaum muslimin dan akhlak mereka untuk mengikuti jejak Nabi dan Para sahabatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *