KTQS #2134
PUASA ASYURA’
Bahkan sebelum turunnya kewajiban puasa Ramadhan, puasa Asyura’ lah yang menjadi puasa wajib.
Rubayi’ binti Muawidz radhiyallahu anha menuturkan:
“Rasulullah mengutus seorang di pagi hari Asyura ke perkampungan suku Anshar di sekitar Madinah untuk mengumumkan, ‘Barang siapa yang sejak pagi sudah puasa, hendaklah dia lanjutkan puasanya. Barang siapa yang sudah makan, hendaknya ia puasa di sisa harinya.’” (HR. Bukhari: 1960, Muslim: 1136)
Meskipun puasa Asyura’ akhirnya menjadi puasa sunnah akan tetapi ganjaran dari puasa ini sangat luar biasa. Rasulullah bersabda:
“Puasa hari Asyura’ aku berharap kepada Allah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu”. (HR. Muslim: 1162)

