KTQS # 2502
KANGEN BAITULLAH? INI SEBABNYA!
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa Dia menjadikan Baitullah sebagai tempat kembali bagi manusia.
Setiap kali mereka meninggalkannya, hati mereka kembali merindukannya dan ingin kembali kepadanya.
Hal ini merupakan perwujudan dari doa Nabi Ibrahim,
“Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”. (QS Ibrahim: 37)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!”. (QS Al-Baqarah 125)
Artinya, Baitullah merupakan tempat kembali dan tempat tujuan. Setiap kali seseorang meninggalkannya, ia akan merasakan kerinduan untuk kembali.
Karena itu, manusia terus kembali kepadanya untuk menunaikan haji, umrah, dan berbagai ibadah. Kerinduan tersebut seakan tidak pernah berakhir dan hati tidak pernah merasa cukup untuk berpisah darinya.
Bahkan, seseorang juga kembali kepada Baitullah dalam salatnya. Hatinya menghadap kepadanya, tubuhnya mengarah kepadanya, dan ia mengingatnya setiap hari dan malam.
Makna matsabah adalah tempat kembali dan tempat tujuan. Setiap kali manusia meninggalkan Baitullah, mereka akan merindukannya dan kembali kepadanya untuk melaksanakan haji, umrah, dan ibadah lainnya.
Daya tarik Baitullah yang begitu kuat terhadap hati manusia terus berlangsung tanpa jeda, mungkin orang-orang akan meninggalkan seluruh urusan dunia mereka dan memilih untuk terus tinggal di sekitar Baitullah.
Karena itu, Umar bin Khattab sangat memperhatikan agar para jamaah haji atau Umrah agar segera kembali ke negeri dan keluarga mereka setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
Di antara bentuk rahmat Allah adalah Dia membuat urusan dunia seakan menghilang dari pikiran dan hati seorang jamaah haji atau umrah.
Mereka sedang berada di rumah Tuhannya. Setiap kali sesuatu membuat mereka gelisah atau suatu persoalan membebani pikiran, mereka dapat langsung menghadap kepada Allah di rumah-Nya.
Dengan begitu, kegelisahan dan kesedihan mereka pun menjadi ringan karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka.” (QS Ibrahim: 37)
QS Ibrahim ayat 37 adalah doa Nabi Ibrahim ketika menempatkan istrinya (Siti Hajar) dan anaknya (Nabi Ismail) di lembah Makkah yang tandus agar mereka mendirikan salat.
Arti dan Konteks Ayat
– Doa Nabi Ibrahim: Beliau memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar hati sebagian manusia merasa rindu, cinta, dan cenderung untuk datang atau tinggal di tempat tersebut.
– Permohonan Rezeki: Nabi Ibrahim juga meminta agar mereka diberi rezeki berupa buah-buahan agar menjadi hamba yang bersyukur.
– Makna Terkabulnya Doa: Allah mengabulkan doa ini. Buktinya, Kota Makkah dan Baitullah (Ka’bah) selalu dirindukan oleh jutaan umat manusia dari seluruh dunia setiap tahunnya untuk berhaji dan umrah.
