KTQS # 2456
HIKMAH PARA NABI
Nabi Ibrahim tidak bisa merubah Ayahnya
Dalam usaha yang lain, Ibrahim berdialog dengan ayahnya: “Dan (Ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar. ‘Layakkah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan?Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kekeliruan yang nyata’.” (QS. Al-An’am: 74)
Nabi Nuh tidak bisa merubah anaknya
“Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik.Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (QS Hud : 46)
Nabi Luth tidak bisa merubah istrinya
Allâh menjadikan isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh di antara para hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allâh; dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)”. [At-Tahrîm/66:10]
Siti Asiyah tidak bisa merubah suaminya
“Allah juga membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu istri Fir’aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah dalam surga, selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” (QS At-Tahrim: 11)
Muhammad tidak bisa merubah Pamannya
“Wahai pamanku, katakanlah ‘laa ilaha illalah’ yaitu kalimat yang aku nanti bisa beralasan di hadapan Allah (kelak).”
“Sungguh aku akan memohonkan ampun bagimu wahai pamanku, selama aku tidak dilarang oleh Allah”
Kemudian turunlah ayat,
“Tidak pantas bagi seorang Nabi dan bagi orang-orang yang beriman, mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang musyrik, meskipun mereka memiliki hubungan kekerabatan, setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahanam”. (QS. At Taubah: 113)
Allah Ta’ala pun menurunkan ayat,
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak bisa memberikan hidayah (ilham dan taufiq) kepada orang-orang yang engkau cintai”. (QS. Al Qosshosh: 56) (HR. Bukhari no. 3884)
Kalau para nabi saja tidak mampu mengubak orang terdekatnya… lalu kita ini siapa?
Jadi jangan ubah hidup orang lain, Sebelum arahmu benar.
Terus mengaji dan perbaiki ibadah kita sesuai Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

