KTQS # 2428 KESALAHAN FATAL DALAM MENAFSIRKAN AL-QURAN SURAT MARYAM AYAT 33

KTQS # 2428

KESALAHAN FATAL DALAM MENAFSIRKAN AL-QURAN SURAT MARYAM AYAT 33

وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا ۝٣٣

Was-salâmu ‘alayya yauma wulittu wa yauma amûtu wa yauma ub’atsu hayyâ

“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (QS Maryam: 33)

Ada ulama yang menjelaskan bahwa mengucapkan Selamat Hari Natal sebagai ucapan Selamat atas Kelahiran Yesus itu atas dasar Surat Maryam ayat 33 ini.

Padahal ini adalah Ucapan “Salam” yaitu MEMINTA KESELAMATAN bukan Ucapan “Tahniah” sebagai UCAPAN SELAMAT.

Salah jika dikatakan ayat ini menerangkan, bahwa ayat ini adalah ucapan selamat atas kelahiran (Taniah Natal), padahal ini adalah doa meminta keselamatan (Salam). Bahkan lebih menegaskan atas ke Esaan Allah yang tidak beranak dan berbapak. Jelas, sangat berbeda sekali dalam mengartikannya.

Inti Tafsir Al-Mawardi :
Permohonan Kesejahteraan (Salam): Nabi Isa, saat masih bayi, berdoa memohon perlindungan dan keamanan dari Allah. Kata “salam” di sini bermakna kedamaian, keamanan, dan terbebas dari segala celaka.
Tiga Waktu Krusial:
Hari Kelahiran (Yauma Wulittu): Memohon perlindungan dari kesulitan kelahiran yang luar biasa (tanpa ayah) dan kejahatan manusia yang menuduh ibunya (Maryam).
Hari Kematian (Yauma Amutu): Memohon keselamatan saat sakratul maut dan proses pencabutan nyawa.
Hari Kebangkitan (Yauma Ub’atsu Hayya): Memohon keselamatan dari kengerian Hari Kiamat dan kebangkitan yang penuh ketakutan.
Penegasan Status & Tauhid: Doa ini juga menegaskan bahwa Isa adalah hamba Allah yang dimuliakan, bukan Tuhan atau anak Tuhan, dan memurnikan keesaan Allah dari kepercayaan bathil trinitas atau ketuhanan Isa.
Mukjizat & Pembebasan Maryam: Pembicaraan Isa sebagai bayi adalah mukjizat untuk membebaskan ibunya dari tuduhan perzinahan dan membuktikan kemahakuasaan Allah, serta menunjukkan kedudukan tinggi Isa dan Maryam.

Konteks Lebih Luas
Ayat ini merupakan bagian dari mukjizat Nabi Isa yang berbicara saat masih bayi untuk membela kehormatan ibunya, Siti Maryam, yang dituduh berbuat maksiat oleh kaumnya. Permohonan ini menunjukkan ketundukan dan ketergantungan penuh Nabi Isa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *