KTQS # 2396
MEMUKUL WAJAH BOLEHKAH?
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarangnya.
“Janganlah kamu pukul wajah, karena Allah menciptakan Adam dengan bentuknya.” (HR. Muslim)
Tidak boleh memukul bagian-bagian tubuh yang vital. Contohnya wajah, kepala, leher, dada (apalagi dada sebelah kiri), perut, atau kemaluan.
Maka ini adalah bagian-bagian yang tidak boleh dipukul. Hindari memukul bagian-bagian tubuh tersebut.
Kita lihat sebagian orang tua atau guru menampar anak murid pada bagian wajah.
Ini tidak dibenarkan, apapun kesalahan anak itu, bagaimanapun kita marah ataupun jengkel. Karena terhadap musuh saja kita tidak boleh memukul wajah.
Wajah itu suatu yang mulia, maka jangan dirusak. Tidak boleh kita pukul, hingga musuh sekalipun. Dan juga berbahaya memukul bagian wajah. Berapa banyak orang tua yg terlanjur melakukannya lalu ia sangat menyesal setelah kemarahannya mereda.
Maka dalam hal ini Nabi berkata:
“Apabila salah seorang dari kamu memukul (yaitu mau menegakkan hukum dengan memukul), maka janganlah memukul wajah.” (HR. Abu Dawud)
Jangan memukul wajah, itu bagian yang dihormati pada manusia. Wajah yang rusak akan menyebabkan suatu mudharat yang besar. Adapun bagian tubuh lain masih bisa disembunyikan, tapi wajah bagaimana seseorang bisa menyembunyikannya?
Apalagi pada wajah terletak otak bagian depan. Kalau terjadi kerusakan pada bagian otak depan ini maka orang itu bisa kehilangan hidupnya (walaupun dia hidup).
Karena dia tidak bisa menggunakan otak bagian depan yg itu berfungsi untuk menimbang, rasa malu, kemauan dan bagian-bagian penting lainnya dari fungsi otak.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Jika kalian memukul, maka jauhi wajah (kepala).” (HR. Abu Daud no. 4493)
Hal tersebut karena kepala adalah bagian tubuh yang terhormat dan banyak organ sensitif yang berada di area wajah.
Lalu bagaimana dengan bermain olahraga tinju dan seni bela diri lainnya? Sudah terjawab.

