KTQS # 2346
AKHLAK MULIA BUAH DARI TAUHID YANG BENAR
Islam memiliki perhatian khusus m terhadap Akhlak, bahkan di dalam banyak ayat Allah sandingkan dengan hak Allah (tauhid).
Akhlak mulia adalah perilaku terpuji yang diakui secara sosial, diwujudkan dalam sikap, perkataan, dan perbuatan yang sesuai dengan prinsip keislaman.
Tauhid yang benar akan membuahkan akhlak yang mulia.
Hal ini dikarenakan seseorang yang bertauhid memahami bahwa Allah adalah pencipta, pemilik, dan pengatur alam semesta (Tauhid Rububiyyah).
Pemahaman ini menanamkan keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak diibabadhi, dicintai, ditakuti, diharapkan, diagungkan, dan ditaati dengan merendahkan diri dan ketundukan penuh (Tauhid Uluhiyyah).
Selain itu, pengenalan terhadap Allah melalui nama dan sifat-Nya juga berperan penting dalam membentuk akhlak mulia (Tauhid al-Asma was Sifaat)
Ketika ketiga komponen tersebut (Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma wa sifat) tertanam dalam diri seseorang, maka akan muncul akhlak mulia seperti:
Sabar: Lahir dari pemahaman akan takdir Allah.
Rendah hati: Muncul dari kesadaran bahwa segala sesuatu berasal dari Allah.
Bersyukur: Tumbuh dari kesadaran bahwa segala nikmat adalah pemberian Allah.
Takut berbuat maksiat: Karena yakin bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat, bahkan ketika sendirian.
Dan akhlak mulia lainnya. itu muncul berangkat dari tauhid yang benar kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

