KTQS # 2287
HADITS MAUDHU / PALSU
MENINJAU HADITS
BEKERJALAH UNTUK DUNIAMU SEAKAN- AKAN ENGKAU HIDUP SELAMANYA
“Beramallah untuk Duniamu seolah-olah engkau akan hidup selamanya dan beramallah untuk Akhiratmu seolah-olah engkau akan mati esok”. (lihat kitab Silsilah hadits dha’if & Maudhu’ 1/8, Gharibul hadits 1/46 dan Az-Zuhud I1/28)
Hadits Ini Dha’if Jiddan, semua sanadnya tidak ada yang Marfu’, sanadnya Mauquf, dalam sanadnya ada dua penyakit, Majhulnya “Maula Umar bin Abdul Aziz”, dan “Abdullah bin Shaleh” Dha’if. (lihat kitab Silsilah hadits dha’if & Maudhu’ 1/8)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-
‘Utsaimin rahimahullah berkata:
“Ucapan ini diriwayatkan sebagai hadits dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal ini bukan hadits.”
(Majmu’ul Fatawa Syaikh al-‘Utsaimin” 46/2)
MENINJAU HADITS BERBUATLAH
UNTUK AKHIRATMU SEAKAN -AKAN ENGKAU AKAN MATI ESOK
“Perbaikilah irusan Duniamu, dan Berbuatlah untuk urusan Akhiratmu seolah-olah engkau akan mati esok.” (Silsilah hadits dha’if dan Maudhu’ 1/874)
Hadits Ini Dha’if Jiddan, perawi
“Sulaiman bin Arqam” dan
“Miqdam bin Daud” mereka perawi yang sangat lemah, begitu juga dengan “Isa bin Waqid” seorang perawi yang Majhul. (lihat kitab Silsilah hadits dha’if & Maudhu’ I1/874)
Isi hadits ini terkesan berlebihan memotivasi untuk mengejar dunia dan berusaha keras untuk meraihnya, padahal dalil-dalil dari al-Qur’an dan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam justru memotivasi untuk tidak berlebihan dalam mengejar dunia dan mengambil secukupnya dari dunia, serta bersemangat dan berlomba-lomba mengejar keutamaan di sisi Allah Azza wa Jalla di akhirat nanti.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (urusan) dunia”.
[AI-Qashash/28:77]
[Lihat penjelasan Syaikh al-Albani dalam kitab Silsilatul Ahadit Dha’if wal Maudhu’ah (2/373, no. 874)]

