KTQS # 2094
MALAM KE-23 MALAM AL-JUHANI
Berkata As-Syaikh Prof. Dr. Abdussalam As-Suhaimi hafizhahullah:
“Malam ini dinamakan dengan malam Al-Juhani – sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abdil Barr rahimahullah di dalam Al-Istidzkar (3/410)
Malam dua puluh tiga dari bulan Ramadhan merupakan malam-malam ganjil dalam sepuluh terakhir, dan yang diperkirakan bahwa itu adalah malam-malam yang di dalamnya ada malam Lailatul Qadar, berkata Ibnu Abdil Barr: malam ini dikenal dengan malam Al-Juhani di Madinah.
Dikeluarkan oleh imam Muslim di dalam Shahih-nya dari Abdullah bin Unais Al-Juhani, bahwa Rasulullah bersabda:
“Aku diperlihatkan Lailatul Qadr, kemudian aku lupa. Dan esok paginya aku sujud di tanah yang basah.”
Abdullah bin Unais berkata: “Kemudian turun hujan pada malam ke dua puluh tiga dan Rasulullah shalat bersama kami. Kemudian beliau pulang dan terlihat bekas tanah basah di dahi dan hidung beliau.”
Dan dari Abdullah bin Unais, saya berkata, wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memiliki perkampungan yang aku tinggal di sana dan alhamdulillah aku dapat melaksanakan salat di dalamnya, maka perintahkanlah kepadaku satu malam sehingga pada malam itu aku dapat tinggal di masjid ini, maka Rasulullah menjawab,
“Tinggallah pada malam ke dua puluh tiga.” (perawi berkata) Kemudian aku bertanya kepada anaknya (Ibnu Abdullah bin Unais): “Bagaimana bapakmu melakukannya?” dia menjawab, “Bapakku masuk ke Masjid jika hendak shalat Asar, dan dia tidak keluar untuk memenuhi hajatnya sampai dia shalat Subuh, apabila ia selesai shalat Subuh dia menghampiri kendaraannya di depan pintu masjid, kemudian ia menaikinya dan kembali ke perkampungannya.” (Shahih Abi Dawud 1380).

