KTQS # 2460 *_Mengapa di dalam Al-Qur’an Cahaya Selalu Tunggal dan Kegelapan Selalu Jamak_*

KTQS # 2460

*_Mengapa di dalam Al-Qur’an Cahaya Selalu Tunggal dan Kegelapan Selalu Jamak_*

Dalam terjemahan bahasa Indonesia, kata “cahaya” dan “kegelapan” mungkin terlihat seperti dua kata yang setara.

Tapi jika kita membaca teks
aslinya, ada ketimpangan jumlah yang menyimpan pesan luar biasa.
Al-Qur’an menyebutkan Az-Zulumat (kegelapan-kegelapan) dalam bentuk jamak (plural).

Merepresentasikan banyaknya jalan kesesatan, godaan, dan kebingungan yang ditawarkan setan.

Sebaliknya, An-Nur (Cahaya) selalu ditulis dalam bentuk tunggal (singular), mewakili kebenaran mutlak yang hanya bersumber dari satu titik: Jalan Allah.

“Dan sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (as-subul-jamak)…” (QS. Al-An’am [6]: 153).

Lihat konsistensinya:
1. Jalan Allah = Shirath / صراط (Tunggal) = An-Nur (Tunggal).
2. Jalan Setan = Subul / السُّبُل (Jamak) = Az-Zulumat (Jamak).

Kegelapan-kegelapan (banyak), ditulis Jamak (Plural). Artinya kesesatan itu banyak jalannya.

An-Nur (النُّورَ): Ditulis dalam bentuk
Tunggal (Singular). Artinya: Satu Cahaya.

Pola ini bukan kebetulan hanya satu ayat. Jika kita telusuri seluruh Al-Qur’an (sekitar 33 kali kata Zulumat disebutkan), ia hampir selalu bersanding dengan An-Nur dalam bentuk tunggal.

Setan (Thaghut) / kesesatan menjanjikan banyak opsi.

“…mengeluarkan mereka dari Cahaya [Tunggal] menuju Kegelapan-kegelapan
[Jamak]”. (QS. Al-Baqarah [2]:257)

Al-Qur’an menawarkan An-Nur. Solusinya selalu sederhana.
Tauhid itu simpel: Satu Tuhan (Allah).
Syariat itu simpel: Satu arah Kiblat.
Tujuan itu simpel: Satu Ridha Allah.

Jika merasa hidup itu rumit, berat, dan membingungkan Overthinking. Jangan-jangan kita sedang berdiri di wilayah Zulumat (Jamak)?

Kembalilah ke titik Nur. Fokus pada yang Satu, maka hidup akan menjadi terang benderang.

“Jangan mencari ‘kebenaran-kebenaran’. Carilah ‘Kebenaran’. Karena agama disisi Allah hanya Islam.”

RENUNGAN

Jika tidak ada yang menganggapmu musuh,
Itu berarti kamu tidak terlalu penting.

Jika tidak ada yang menganggapmu sbg ancaman,
Itu berarti kamu tidak terlalu kuat.

Jika tidak ada yang membicarakanmu di belakarg,
Itu berarti kamu tidak terlalu menonjol.

Jika seseorang memanfaatkanmu, Itu berarti kamu memiliki nilai.

Jika seseorang mengucilkanmu,
itu berarti kamu cukup kuat.

Jika seseorang meniru kamu,
itu berarti kamu punya karisma.

Jika ada yang menjelekkanmu,
Itu berarti kamu terlalu menonjol.

Jika seseorang mengejek kamu,
itu berarti pemikiranmu unik.

Jika seseorang menantangmu,
Itu berarti kamu lebih Unggul dari mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *