KTQS # 2432
YATIM DAN KELEMAHAN NYA
“Demi Yang Mengutusku dengan kebenaran, Allah tidak akan menyiksa orang yang menyayangi anak yatim, berbicara dengan lemah lembut kepada mereka, dan merasakan belas kasihan terhadap mereka yang yatim dan lemah” (HR. Thabrani dari Abu Hurairah).
Meskipun tidak ada ada kalimat secara spesifik menyebutkan, namun Hal ini termasuk “kesabaran dengan kelemahan mereka”.
Didalam hadits ini disebutkan kasih sayang, lemah lembut, belas kasihan kepada anak anak yatim
Maka ini disingkat dalam satu kata yaitu : Memuliakan.
Anak yatim adalah anak saya, anak anda, anak kita dan anak semua orang yang memgaku beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tahukah siapa yang mendustakan agama? Yaitu orang yang tidak memuliakan anak yatim.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِا لدِّيْنِ
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?”
فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ
“Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,”
(QS. Al-Ma’un 107: Ayat 1 & 2)

