KTQS # 2394
HILANGNYA KEBERKAHAN REJEKI
Apa saja hal-hal yang dapat melenyapkan dan menghalangi keberkahan?
Ketahuilah bahwa ada beberapa hal yang dapat melenyapkan keberkahan. Di antaranya adalah:
Pertama: Mengingkari nikmat-nikmat Allah Ta’ala
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (QS. An-Nahl: 112).
Apabila kamu berada dalam kenikmatan, maka jagalah (dengan menghindari kemaksiatan).
Karena kemaksiatan dapat melenyapkan kenikmatan-kenikmatan.
Tidak ada hal yang dapat menjaga nikmat Allah yang lebih baik daripada amal ketaatan kepada-Nya. Tidak ada hal yang dapat menambah nikmat itu yang lebih baik daripada mensyukurinya. Tidak ada hal yang dapat melenyapkan nikmat itu dari seseorang yang melebihi kemaksiatan terhadap Tuhannya, karena kemaksiatan dapat membakar kenikmatan, sebagaimana api yang membakar kayu kering.” (Kitab Badai’ al-Fawaid jilid 2 hlm. 432).
Kedua: dosa-dosa dan kemaksiatan
“Seandainya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan air yang banyak (rezeki yang cukup). Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Siapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya niscaya akan Dia masukkan ke dalam azab yang sangat berat.” (QS. Al-Jinn: 16-17).
Di antara bentuk hukuman atas dosa dan kemaksiatan adalah lenyapnya keberkahan umur, rezeki, ilmu, pekerjaan, dan ketaatan. Dan secara umum, ia dapat melenyapkan keberkahan dari sisi agama dan duniawi.
“Dan sungguh seorang hamba akan terhalang dari rezeki akibat dosa yang ia lakukan.”
Ketiga : Kurangnya bersedekah
Kurang bersedekah dapat memiliki dampak negatif baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, bisa menyebabkan kesulitan rezeki, hati merasa sempit, dan bahkan terkena musibah. Di akhirat, harta yang tidak disedekahkan bisa menjadi siksaan, dan orang yang kikir bisa terjerumus dalam sifat-sifat tercela lainnya
Menjadi Musuh di Akhirat. Harta yang tidak disedekahkan akan menjadi siksaan di akhirat kelak, seperti yang disebutkan dalam QS At Taubah ayat 34-35.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,” (QS. At-Taubah 9: Ayat 34)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“(ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam Neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 35)

