KTQS # 2329
TIDAK SHALAT TAPI ORANGNYA BAIK (sebuah perenungan)
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata
Seseorang yang mengerjakan sebuah kebaikan lalu ia pun bersedekah, baik pergaulannya, baik akhlaknya, menyambung silaturahmi, dan selain dari itu tetapi dia tidak mengerjakan sholat maka semua perbuatan baiknya tersebut tidaklah bermanfaat bagi dirinya disisi Allah. (Majmu Fatawa)
Betapa banyak manusia yang mengaku dirinya seorang muslim namun begitu mudah lisannya berkata, “Biarlah saya tidak sholat, yang penting saya baik sama orang lain.” Subhanallah! Tentu ini adalah perkataan yang keluar karena kejahilan.
Perhatikanlah wahai saudaraku, bagaimana islam dibangun di atas 5 pilar yang mana salah satu dari kelima pilar tersebut adalah sholat.
Orang yang meninggalkan shalat tanpa udzur dan rasa bersalah bahkan akan digolongkan sebagai orang kafir. Bahkan sholat merupakan pembeda antara orang yang beriman dan orang kafir.
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya batas antara seseorang dengan syirik dan kufur itu adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 82)
Imam Nawawi rahimahullah menyebutkan,
“Jika seseorang meninggalkan shalat, maka tidak ada antara dirinya dan kesyirikan itu pembatas, bahkan ia akan terjatuh dalam syirik. Istilah syirik dan kafir kadang bisa bermakna sama yaitu kafir kepada Allah.” (Syarh Shahih Muslim, 2:64)
Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Perjanjian yang mengikat antara kita dan mereka adalah shalat, maka siapa saja yang meninggalkan shalat, sungguh ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi)
Sholat adalah amalan yang paling pertama dihisab. Barangsiapa yang sholatnya baik, maka selamatlah ia. Barangsiapa yang sholatnya buruk, maka celakalah ia.
Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan)
Kasihan muslim orang baik tapi tidak shalat.
SISIPAN
Bersahurlah, karena Orang Kafir Puasa tidak Sahur
Makan sahur merupakan syi’ar Islam yang membedakan dengana ajaran Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani).
Dari ‘Amr bin Al
‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah makan sahur.” (HR. Muslim no. 1096).
Ini berarti Islam mengajarkan baro’ dari orang kafir, artinya tidak loyal pada mereka.
Karena puasa kita saja yang dibedakan dengan orang kafir.

