KTQS # 2052 KISAH SEORANG ISTERI MENUTUPI KEMISKINAN SUAMINYA

KTQS # 2052

KISAH SEORANG ISTERI MENUTUPI KEMISKINAN SUAMINYA

Ada sebuah kisah, ketika seorang suami menangis kepada sahabatnya.

Sahabatnya itu pun bertanya, “Kenapa kau menangis tersedu-sedu seperti ini?”

Sang suami menjawab, “Isteriku sedang sakit demam”

Sahabatnya bertanya lagi, “Sebegitu cintanyakah kau?Sehingga isteri sakit demam saja sampai menangis sangat dalam seperti ini?

Sang suami menjawab, “Kau tahu siapa isteriku?”.

Lalu sang suami menceritakan pada sahabatnya, Aku ini miskin, tidak punya pekerjaan tetap & setiap hari keluargaku hanya makan dengan kacang, itu pun jika aku pulang.
Jika aku tak pulang karena belum mendapat apa-apa untuk dimakan paling isteriku hanya minum air atau berpuasa.

Suatu hari keluarga mertuaku mengundang kami untuk berkunjung ke rumahnya, kebetulan isteriku berasal dari keluarga kaya.

Saat aku duduk berkumpul bersama mertuaku & keluarga yang lain di meja makan dengan hidangan yang mewah, aku tidak menemukan isteriku.

Lalu aku bertanya kepada ibu mertuaku, “Dimanakah dia ibu?”.

Ibu mertuaku menjawab, “Isterimu sedang di dapur, dia mencari kacang…..Katanya dia sudah bosan dengan hidangan lauk & daging, sehingga dia sangat ingin makan kacang”.

Ketika mendengar itu ayah mertuaku langsung memelukku sambil berkata,… “Terima kasih menantuku kau telah mencukupi nafkah anakku dengan baik, sampai-sampai dia bosan makan daging & malah ingin mencoba makan kacang”.

Saat itu dadaku tersesak, menahan tangis. Lalu saat pulang ke rumah kami aku tidak dapat lagi menahan tangis, sambil ku peluk erat istriku …

“Betapa engkau sangat menjaga kehormatanku di hadapan orang lain wahai Isteriku, walau pun itu orang tuamu sendiri, sedangkan aku tahu setiap hari kau hidup kekurangan disini, bahkan sampai tidak makan sama sekali.”

Istriku hanya menjawab, “Aku berkewajiban menjaga kehormatanmu, Karena isteri adalah pakaian suami & suami adalah pakaian isteri (*). Karena itu isteri adalah kehormatan suaminya, begitu juga pun sebaliknya suami adalah kehormatan bagi isterinya”.

Allahu Akbar.

(*) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “…Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami), dan kalian adalah pakaian bagi mereka…”. (QS Al-Baqarah : 187)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *