KTQS # 2050
AL-QURAN DAN MADU
Berkata Imam Ibnul Qayyim :
“Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menyebut sifat penyembuh di dalam kitab-Nya kecuali Al Quran dan madu, keduanya adalah penyembuh.
Yang ini (Al Quran) menyembuhkan hati dari berbagai macam penyakit penyimpangan dan kesesatan, dan berbagai macam penyakit syubhat dan syahwat.
Sedang yang ini (madu) menyembuhkan jasmani dari sekian banyak penyakit, kotoran dan hal-hal yang dapat merosaknya”. (Miftah Daris Sa’aadah, Ibnul Qayyim: 2/ 713)
AL-QURAN
Dalam surah Ar Ra’d ayat 28, disebutkan agar hidup tenteran dan jauh dari penyakit hati adalah dengan tidak jauh dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala,
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
MADU
Berikut surat An-Nahl ayat 68 dan 69 yang mengisahkan madu itu,
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia”. (QS. 16:68)
“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”. (QS. 16:69)

