KTQS # 2047
BERPALING DARI DALIL DAN BERSANDAR KEPADA PENDAPAT ORANG SEMATA MERUPAKAN SEBAB TERJADINYA PENYIMPANGAN DAN KESESATAN
Asy-Syathibi rahimahullah berkata :
“Sungguh tergelincir beberapa kaum disebabkan sikap berpaling dari dalil dan bersandar kepada pendapat orang semata, dengan sebab itu mereka keluar dari jalan para sahabat dan tabi’in, dan mengikuti hawa nafsu mereka tanpa ilmu maka mereka sesat dari jalan yang lurus”. (Al-i’tisham 2/763)
Akan adanya perpecahan di dalam tubuh umat, jauh-jauh hari telah diperingatkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam,
“Orang-orang Yahudi telah berpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan, dan orang Nashrani telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua kelompok, dan akan berpecah belah pada umat ini menjadi tujuh puluh tiga kelompok, seluruhnya akan masuk ke dalam neraka kecuali satu”.
Ditanyakan pada beliau: “Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah? Beliau menjelaskan:
“Orang-orang yang menempuh agamanya seperti yang aku dan para sahabatku jalani saat ini“. (HR. Ahmad 14/142 no: 8396. at-Tirmidzi no: 2641. Ibnu Majah no: 3992)
Sudah jelas akibat bagi yang tidak mengikuti jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul (padahal) sudah jelas kebenaran baginya, dan (lalu) mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. an-Nisaa’/4: 115)
Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah memerintahkan kita untuk berpegang teguh dengan agama dan taliNya, dan juga memerintahkan untuk bersatu di atasnya. Sebagaimana firmanNya:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai…”. (QS. Ali ‘Imran 3:103)
Mari kita ikuti sunnahnya, kita pelajari, kita hidupkan sunnah yang banyak ditinggalkan oleh sebagian dari saudara kita dengan meninggalkan sunah-sunah beliau dan kita bela sunnah beliau ketika sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dilecehkan.
Ini cara mencintai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa alasannya dan apa dasarnya?
Dasarnya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala,
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Ali-Imran[3]: 31)

