KTQS # 2370
MEMBACA ALFATIHAH SAJA DI RAKAAT 3 DAN 4
Dalam hadis di atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa tatacara dalam pelaksanaan shalat harus mengikuti tatacara yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan kata lain tidak boleh melakukan tatacara shalat selain yang telah ditentukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam sebuah kaidah disebutkan,
“Asal di dalam beribadah adalah tauqif (adanya ketentuan dari Nabi saw).”
Membaca Surat pada Rakaat Ketiga dan Keempat
“Dari ‘Abdillah Ibn Abi Qatadah dari ayahnya (diriwayatkan) bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shalat dhuhur pada kedua rakaat permulaan (rakaat ke-1 dan ke-2), membaca induk kitab (Fatihah) dan dua surat, serta pada dua rakaat lainnya (rakaat ke-3 dan ke-4) membaca al-Fatihah saja, dan beliau memperdengarkan kepada kami akan bacaan ayat itu, dan pada rakaat ke-1 diperpanjang tidak seperti dalam rakaat ke-2. Demikian juga dalam shalat ‘Asar dan Shubuh”[HR. al-Bukhari 776 & Muslim 451].
Hadis di atas diperkuat dengan hadis lain yang menunjukkan tatacara shalat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terutama bacaan surat setelah membaca al-Fatihah dalam rakaat ketiga dan keempat, yaitu hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Dari Abu ash-Shiddiq dari Abu Sa’id al-Khudri (diriwayatkan) ia berkata: Kami memperhatikan berdirinya Nabi, ketika shalat Zhuhur dan ‘Asar, lalu kami memperhatikan berdirinya beliau pada dua rakaat pertama shalat Zhuhur, yang panjang bacaannya sekitar surat as-Sajdah. Sementara di dua rakaat terakhir adalah setengahnya. Kami pun memperhatikan pada dua rakaat pertama shalat ‘Asar, seperti dua rakaat terakhir saat shalat Zhuhur dan di dua rakaat terakhir shalat ‘Asar adalah setengahnya” [HR. Muslim 452].
Berdasarkan hadis-hadis di atas, dapat dipahami bahwa tidak terdapat tuntunan secara spesifik oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk membaca surat apapun setelah membaca al-Fatihah pada shalat maghrib & Isya pada rakaat ketiga dan keempat.

