KTQS # 2365
SALAH SATU CIRI CIRI ORANG MUNAFK
Munafik Karena Tak Pernah Shalat Jama’ah di Masjid
Sifat shalat orang munafik lainnya disebutkan dalam perkataan para ulama berikut.
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Aku telah melihat bahwa orang yang meninggalkan shalat jama’ah hanyalan orang munafik, di mana ia adalah munafik tulen. Karena bahayanya, meninggalkan shalat jama’ah sedemikian adanya, ada seseorang sampai didatangkan dengan berpegangan pada dua orang sampai bisa masuk dalam shaf.” (HR. Muslim no. 654).
Syaikh Abdular A Fauzan hafizhahullah mengatakan,
“Seseorang yang meninggalkan shalat jama’ah menunjukkan akan beratnya dia menjalankan shalat. Ini pertanda bahwa hatinya terdapat sifat kemunafikan. Untuk lepas dari sifat tersebut, marilah menjaga shalat jama’ah.” (Minhatul ‘Allam fii Syarh Bulughil Maram, 3: 365)
Sahabat ‘Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma menyatakan,
“Jika kami tidak melihat seseorang dalam shalat Isya dan shalat Shubuh, maka kami mudah untuk suuzhon-(berprasangka jelek padanya” (HR. Ibnu Khuzaimah 2: 370 dan Al Hakim 1: 211, dengan sanad yang shahih sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab. Lihat Minhatul ‘Allam, 3: 365)
Ibrahim An Nakha’i rahimahullah mengatakan,
“Cukup disebut seseorang memiliki tanda munafik jika ia adalah tetangga masjid namun tak pernah terlihat di masjid”. (Fathul Bari karya Ibnu Rajab 5: 458 dan Ma’alimus Sunan 1: 160. Lihat Minhatul ‘Allam, 3: 365)
Itulah vang kita saksikan saat ini, banyak pria yang lalai dari shalat Jama’ah, lebih-lebih lagi shalat Shubuh. Ini semua disebabkan karena lemahnya iman, ada penyakit dalam hatinya, kurang semangat dalam melakukan ketaatan, berpaling dari Allah, dan lebih mendahulukan hawa nafsu daripada perintah Allah.
Wallahul musta’an.

